Pemerintah Nigeria menyatakan puluhan siswa dan guru berhasil diselamatkan dua bulan setelah diculik di bagian barat daya negara itu. Dalam pernyataannya pada Jumat, Presiden Bola Tinubu mengatakan dirinya “sangat bahagia” karena aparat keamanan berhasil membebaskan para sandera tersebut setelah 56 hari mereka diculik.
Total 46 siswa dan staf diculik dari tiga sekolah di negara bagian Oyo pada 15 Mei lalu. Pemerintah menuding kelompok Boko Haram berada di balik penculikan ini. Usia korban termuda dua tahun, sementara yang tertua 16 tahun. Salah satu guru tewas tidak lama setelah diculik.
Delapan pelaku telah ditangkap dan sejumlah lainnya tewas, kata Tinubu. Juru bicara kepresidenan, Bayo Onanuga, juga menyatakan dalam cuitannya bahwa semua siswa dan guru sudah berhasil diselamatkan.
Penculikan di sekolah sudah menjadi hal yang sering terjadi di Nigeria, di mana kelompok bersenjata meminta tebusan besar kepada pemerintah dan warga. Situasi ini diperparah oleh krisis keamanan akibat pemberontakan Boko Haram di timur laut Nigeria. Pada tahun 2024, para pelaku dilaporkan mendapat lebih dari 1,6 juta dolar AS dari uang tebusan.
Tinubu menambahkan, “Operasi militer yang sukses ini telah mengakhiri kekhawatiran yang berlangsung lebih dari 50 hari.” Dia juga mengungkap terima kasih kepada semua aparat yang terlibat dalam penyelamatan. Pada awal minggu ini, Menteri Pertahanan Christopher Musa mengungkapkan bahwa para pelaku awalnya berencana memanfaatkan sandera untuk menekan pemerintah agar membebaskan komandan mereka dari penjara. Tidak dijelaskan secara rinci bagaimana proses penyelamatan dilakukan, namun Onanuga mengatakan tidak ada negosiasi atau imbalan dalam operasi tersebut.