Volkswagen Group (VWAGY) sekarang bersiap untuk memotong setengah dari semua model mobil yang mereka jual di seluruh dunia. Ini terjadi karena posisi mereka di China semakin lemah, biaya semakin tinggi, dan penjualan mobil listrik juga menurun.
VW, yang memiliki merek seperti Volkswagen, Audi, Skoda, Bentley, dan bahkan Lamborghini, hanya berhasil menjual 2,08 juta mobil di seluruh dunia pada kuartal kedua. Jumlah ini turun 8,6% dibanding tahun lalu. Di China, pengiriman mobil mereka turun sangat dalam, yaitu 36,6%, menjadi hanya 424.300 unit. Pasar di China sedang menyusut dan pesaing dari China terus maju. Di Asia-Pasifik lainnya, penjualan turun 7,2%. Merek Volkswagen Passenger Cars paling terkena dampaknya, dengan penjualan global turun 14% dalam satu kuartal.
Mobil listrik yang dulunya dianggap sebagai mesin pertumbuhan VW, juga ikut turun. Pengiriman mobil listrik global turun 4,2% dalam kuartal tersebut, menjadi 238.400 unit. Penurunan terbesar terjadi di Amerika Serikat, di mana pengiriman mobil listrik ambles 49% menjadi hanya 5.800 unit setelah subsidi federal habis dan tarif baru diberlakukan.
Di China, pengiriman mobil listrik VW turun 35,6%, dan merek Volkswagen Passenger Cars mengalami penurunan penjualan mobil listrik sebesar 22,2%. Pesaing lokal yang lebih mengerti keinginan pembeli China, ditambah keuntungan dari subsidi pemerintah, membuat VW rugi besar di daerah tersebut.
CEO Oliver Blume, yang juga menghadapi kritik, harus membuat beberapa perubahan.
Karena itulah VW membuat rencana yang disebut ‘Future Plan’. Ini adalah paket yang berisi 12 inisiatif yang terkait dengan ‘target gambaran 2030’. Salah satu isinya, jumlah model mobil VW akan dikurangi secara bertahap hingga 50%, dan akan fokus pada segmen pasar yang paling menarik. Kerumitan produk, seperti berbagai tingkat trim dan paket pilihan, akan dipangkas hingga 75%.
“Kami hanya bisa mencapai ini dengan mengurangi kerumitan secara drastis,” kata Blume. “Baik itu di portofolio produk, platform teknologi, jumlah unit, dan level pengambilan keputusan.”
Bagi penggemar VW di Amerika Serikat, ini artinya mobil-mobil seperti Golf R hatchback, Jetta GLI sedan, atau Audi e-tron GT EV mungkin akan hilang dari pasaran. Mobil-mobil ini memang menjadi favorit penggemar tapi penjualannya sedikit.
Kapasitas produksi juga dikurangi di seluruh dunia, dan ini berarti ada PHK. VW bilang kapasitas produksi akan turun dari 10 juta mobil per tahun menjadi 9 juta mobil. Sebelum pandemi, kapasitas mereka pernah mencapai 12 juta mobil per tahun.
Menurut Automotive News, Blume sempat memikirkan untuk menutup empat pabrik di Jerman dan memangkas hingga 100.000 pekerjaan. Tapi perwakilan buruh di dewan perusahaan memblokir langkah itu.
Cara lain untuk memperkuat keuangan VW bisa dengan menjual beberapa merek mewah mereka. Lamborghini sudah lama dikabarkan akan dijual, begitu juga dengan pabrikan motor asal Italia, Ducati. Langkah ini akan mengikuti suksesnya IPO Porsche (P911.DE), meskipun saham pabrikan mobil Jerman itu sudah turun setahun terakhir karena menghadapi masalah yang sama dengn VW.