Pengadilan Ukraina Tahan Tersangka Pembunuh yang Tewaskan Pria Bom Serangan Monaco

Pengadilan Ukraina menahan dua pria yang dituduh membunuh seorang wanita yang dicari atas percobaan pembunuhan terhadap seorang multimiliuner di Monako.

Kisah rumit ini mengguncang Ukraina dan menarik perhatian luas karena motif percobaan pembunuhan dan pembunuhan terhadap tersangka tersebut masih belum jelas.

Dalam sebuah pernyataan Kamis lalu, Kantor Jaksa Agung Ukraina mengatakan pengadilan Kyiv memerintahkan kedua pria itu – seorang perwira aktif yang dihormati di badan intelijen militer Ukraina (GUR) dan mantan petugas penegak hukum – ditahan tanpa jaminan.

Selasa lalu, otoritas Ukraina melaporkan penemuan mayat Anastasiia Berezovska, 39 tahun, dengan luka tembak di kepala. Selongsong peluru juga ditemukan di dekatnya.

Berezovska pekan lalu disebut Interpol sebagai tersangka utama dalam serangan bom 29 Juni yang menargetkan pengusaha kelahiran Ukraina, Vadym Yermolaiev, yang menyebabkan dia, putranya, dan pasangannya terluka parah.

Ledakan besar itu terjadi pada malam hari dan mengguncang sebuah bangunan tempat tinggal di perbatasan Monako dengan Prancis.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berjanji pada Kamis malam untuk segera mengungkapkan “laporan tambahan yang relevan” tentang kasus ini.

Motifnya masih belum jelas mengapa ledangan itu menyasar Yermolaiev, seorang raja properti yang telah dijatuhi sanksi oleh Ukraina sejak 2023 karena terus berbisnis di Krimea yang diduduki Rusia.

Pengusaha itu, yang telah melepas kewarganegaraan Ukraina menjadi warga negara Siprus, belum tinggal di Ukraina sejak invasi Rusia, menurut media setempat.

Otoritas Monako telah menuntut Berezovska dengan percobaan pembunuhan, menempatkan alat peledak di tempat umum dengan niat kriminal, dan konspirasi kriminal terkait pengeboman tersebut.

Di pengadilan pada Kamis, jaksa mengungkapkan Berezovska tiba di Ukraina dengan bus dari Polandia dua hari setelah ledakan di Monako.

MEMBACA  Umat Kristen yang Melihat Trump sebagai Penyelamat Mereka

Penyelidik menggunakan transfer mata uang kripto untuk melacaknya kepada dua pembunuh yang dicurigai.

Awal pekan ini, petugas intelijen tersangka Vladyslav Reut mengaku menembak Berezovska dan memandu penyelidik ke kuburannya.

Namun, pada Kamis, dia mencabut pengakuan sebelumnya dan menuduh rekan terdakwa Vitalli Zhykovych melepaskan tembakan yang membunuh Berezovska, menurut media Ukraina serta proses pengadilan. Petugas itu mengatakan dia membuat pengakuan sebelumnya karena ketakutan.

Jaksa mengatakan motif masih diselidiki.

Tinggalkan komentar