Drama Kalki Koechlin Tentang Kekacauan Jadi Ibu Sukses Memukau Penonton

Naskah drama ini bercerita tentang Kalki dan para aktor di panggung, tapi secara lebih luas, ini juga kisah sebagian besar perempuan India. Di dalamnya tergambar bagaimana tugas mengurus anak terutama dibebankan pada mereka, segala kerja keras yang harus dilakukan, dan betapa semua waktu tanpa henti yang dicurahkan untuk membesarkan anak sering dianggap remeh.

Dalam satu adegan yang bisa dilihat sebagai cerminan hidup banyak ibu, sepasang suami istri muda berbincang setelah sang suami pulang kerja. Ia tampak lelah, tapi setidaknya punya cerita tentang harinya. Lalu ia bertanya pada istrinya bagaimana hari istrinya berjalan. Istrinya membuka mulut, tapi hanya bergumam, “Aku cuma ngurus anak aja.”

Berdasarkan data pemerintah terbaru yang dilaporkan oleh Times of India, urusan mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga membuat sekitar 69% perempuan di kota-kota India tidak bisa bekerja. Untuk laki-laki jumlahnya cuma 1%. Dan menurut Kalki, ibu yang memilih untuk tetap berkarier harus bekerja dua kali lebih keras.

Kalki bilang, “Ada begitu banyak tekanan di zaman sekarang. Kita terus diberi tahu betapa beruntungnya kita hidup di masa yang memungkinkan kita bekerja dan jadi ibu, kita bisa punya segalanya. Tapi di saat yang sama, ada harapan untuk jadi seorang super-ibu. Kita tidak mendapatkan keringanan dalam urusan domestik. Kita harus jadi CEO rumah tangga setiap saat.”

Menurut Kalki pula, sebagian tekanan itu sebenarnya datang dari diri perempuan sendiri, terutama karena mereka merasa dituntut untuk menjadi ibu yang baik. “Sering kali, saat syuting sedang berlangsung, saya hubungi pengasuh anak saya dan mengurus bekalnya. Saya pikir itu semua berasal dari ekspektasi untuk menjadi ibu yang sempurna. Tapi saya rasa, penting juga untuk mengizinkan para ayah atau anggota keluarga lain untuk menduduki peran itu. Kami ingin memberi tahu sesama perempuan, jika kita melakukan itu, semuanya tidak akan hancur. Tidak apa-apa untuk lengah dan tidak merasa bahwa kamu bertanggung jawab penuh atas segalanya.”

MEMBACA  Media Sosial Kurangi Kebahagiaan Anak Muda, Menurut Laporan

Tinggalkan komentar