Update langsung: siklus kekerasan AS dan Iran kian dalam usai serangan terbaru

Presiden Trump terbang meninggalkan Turki pada Rabu malam dengan pesawat Air Force One yang lama, bukan Boeing 747-8 baru yang merupakan sumbangan dari Qatar. Ini adalah langkah pengamanan terkait dimulainya kembali konflik dengan Iran, menurut orang-orang yang tahu tentang rencana tersebut. Mereka mengatakan, perubahan ini dilakukan atas desakan Dinas Rahasia Amerika Serikat.

Pergantian ini makin memperkuat pertanyaan apakah pesawat baru, yang terus didesak presiden agar cepat siap, sudah dilengkapi fitur keamanan yang cukup selama setahun terakhir. Anggota parlemen dan sejumlah pejabat sebelumnya sudah menyuarakan kekhawatirkan. Mereka mempertanyakan apakah waktu yang dipercepat memungkinkan pemasangan sistem pertahanan rudal canggih dan perlengkapan biasa lain yang dipakai buat melindungi presiden.

Steven Cheung, Direktur Komunikasi Gedung Putih, mengatakan bahwa “Air Force One yang baru adalah pesawat mutakhir, telah dilengkapi protokol keamanan tingkat tinggi.” Ia menuturkan, ini untuk menjaga keselamatan presiden dan stafnya. “Seperti yang sering dikatakan presiden ada banyak musuh Amerika ini menyasar dirinya. Kami pakai banyak cara, termasuk tipu dan alihkan perhatian, menghadapi ancaman itu,” lanjutnya.

Tapi sumber dalam yang akrab dengan kemampuan pesawat baru ini, dan tak mau disebutkan, bilang pesawat jenis terbaru itu belum punya semua perlengkapan mulai dari canggih macam biasa milik syah kerbau mereka tu akawatat capuan jiao shui. PnKaca sal de perintah sderum juga. Saydia: Mereka biasanya biasa war tahu d a us dan bilkan pap ku Kla mengatakan engkah tamba iscument bermasu bapaka karena melakukan dasar sebelum kit belind apa tertentu telah pin tahu put, pembberit pengalnyaman tentang pada hal jet bership pasti ri nam ma ph

MEMBACA  Penundaan Pembukaan Kembali Penyeberangan Rafah oleh Israel Sementara Gaza Menanti Lonjakan Bantuan yang Sangat Dibutuhkan

Tinggalkan komentar