Banding Prancis Ditolak, Kartu Kuning Olise di Laga Lawan Paraguay Tetap Berlaku | Piala Dunia 2026

Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, mengungkapkan bahwa banding atas kartu kuning yang diterima Michael Olise di babak 16 besar Piala Dunia melawan Paraguay sudah ditolak FIFA.

“Kartu kuning itu tidak berubah. Kami diberitahu FIFA pagi ini; tetap berlaku,” kata Deschamps kepada wartawan pada Rabu di Foxborough, menjelang laga perempat final antara Prancis melawan Maroko di Stadion Boston.

Olise yang jadi salah satu bintang turnamen mendapatkan kartu kuning di menit-menit akhir babak 16 besar saat memanas setelah cekcok dengan Matias Galarza.

Tayangan ulang menunjukkan hampir tidak ada kontak antara kedua pemain. Bintang Bayern Munich itu menaruh jari di depan mulutnya, lalu pemain Paraguay tersebut jatuh ke tanah sambil mengaku kena pukul di wajah.

Keputusan FIFA untuk mempertahankan kartu kuning itu artinya Olise berada dalam bahaya akumulasi kartu. Kalau ia dapat kartu kuning lagi melawan Maroko, ia akan diskors di laga semifinal apabila menghadapi Spanyol atau Belgia.

Bradley Barcola dan Manu Kone juga terancam hukuman serupa karena ikut mendapat kartu kuning di laga kontra Paraguay.

Deschamps mengatakan gelandang Aurelien Tchouameni sudah pulih dari cedera paha yang membuatnya absen di pertandingan melawan Paraguay.

“Aurelien sudah lebih baik. Saya tidak bisa bilang lebih. Mungkin dia akan ikut latihan hari ini, tetapi saya perlu lihat dulu. Semua pemain lain siap main,” ujarnya soal pemain Real Madrid itu.

Pelatih Prancis itu juga menolak memperkeruh suasana terkait penunjukan wasit asal Argentina untuk pertandingan tersebut.

Facundo Tello akan memimpin laga perempat final pada Kamis. Persaingan antara Prancis dan Argentina sedikit memanas setelah pertemuan mereka di final Piala Dunia 2022, di mana Argentina menang adu penalti.

MEMBACA  FIFA Buka Opsi Playoff Tambahan, Mungkinkah Timnas Indonesia dan Italia Lolos ke Piala Dunia 2026?

Wasit Prancis, Francois Letexier, sebelumnya memimpin laga kemenangan Argentina 3-2 atas Mesir di babak 16 besar pada Selasa. Federasi Sepak Bola Mesir mengaku sudah mengajukan protes terkait beberapa keputusan kontroversial dalam pertandingan itu.

“Saya tidak bisa berbuat apa-apa terhadap penunjukan wasit. Saya hanya berusaha percaya kepada para ofisial,” ucap Deschamps.

“Saya harap Pak Tello dan asistennya sama baiknya dengan Pak Letexier dan asistennya.

“Pasti selalu ada putusan yang menimbulkan perdebatan tergantung dari pihak mana Anda berada, tetapi lawan kami adalah Maroko. Saya tidak bisa menganggap wasit sebagai musuh.”

Deschamps yang membawa Prancis juara dunia pada 2018 akan mundur setelah turnamen berakhir setelah 14 tahun menjabat.

Itu artinya laga hari Kamis, yang merupakan ulangan semifinal 2022 di mana Prancis menang 2-0, akan jadi pertandingan terakhirnya jika sang Ayam Jantan kalah.

“Saya tidak memikirkan itu sama sekali. Di kepala saya, bersama staf, tujuannya hanyalah melakukan segalanya agar semuanya berjalan baik. Saya fokus pada tim Maroko ini dan pada hal-hal yang berjalan baik untuk kami,” tegasnya.

Tinggalkan komentar