Presiden Prabowo Subianto menyoroti hubungan erat antara Indonesia dan India. Ia mengatakan kedua negara memiliki hubungan sejarah, peradaban, dan budaya yang sudah berlangsung selama berabad-abad.
Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (7 Juli) dalam acara resepsi bersama komunitas India di Jakarta. Acara tersebut juga dihadiri oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.
Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan Indonesia sudah lama memiliki hubungan sejarah yang erat dengan India. Menurut dia, hal ini mencerminkan kebiasaan Indonesia untuk belajar dan mengadopsi banyak aspek positif dari peradaban India.
“Bahkan, peradaban dan budaya kita sangat dipengaruhi oleh peradaban India selama ratusan tahun,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, pengaruh peradaban India bisa dilihat di Indonesia. Salah satu contohnya adalah bahasa Indonesia yang banyak menyerap kosakata Sansekerta, serta penggunaan nama-nama yang terinspirasi Sansekerta di kalangan masyarakat Indonesia.
“Bahasa kita, saya rasa sekitar 50 persen berasal dari Sansekerta. Banyak nama kita adalah nama Sansekerta. Karena itu, ada kedekatan di antara kita, dan kami menyambut kerja sama yang lebih erat,” ujar Presiden.
Kepala negara mencatat bahwa hubungan erat antara Indonesia dan India berlanjut setelah kedua negara menjadi negara merdeka,modern.
Sebagai contoh, presiden pertama Indonesia, Soekarno, menjadi tamu kehormatan pada perayaan Hari Republik India yang pertama di tahun 1950.
Penghormatan itu berlanjut di bawah kepemimpinan Prabowo ketika ia diundang sebagai tamu kehormatan pada perayaan Hari Republik India tanggal 26 Januari 2025.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyatakan harapan agar hubungan sejarah dan budaya yang sama antara kedua negara bisa menjadi dasar untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor di masa depan.
“Karena itu, kami menyambut kerja sama yang lebih erat. Sekali lagi, terima kasih banyak telah mengundang saya bergabung dengan Anda malam ini,” kata Presiden.