Pendiri Trip.com, James Liang, memberi peringatan keras untuk negara-negara dengan populasi yang menua. Menurutnya, tanpa lebih banyak anak, kemampuan negara-negara ini untuk berinovasi akan segera berhenti.
"Kita butuh lebih banyak orang untuk berinovasi. Itulah mengapa populasi dan memiliki anak itu penting," katanya kepada Fortune awal tahun ini. "Kalau populasi kita menurun, bukan hanya kemampuan inovasi kita yang berkurang, tapi kita juga akan kehilangan kendali atas inovasi itu sendiri."
Ini adalah bagian dari filosofi yang ia sebut "inovasionisme," pandangan yang pro-teknologi tentang cara masyarakat seharusnya diatur. Filosofi ini terkait erat dengan minat akademisnya selama ini soal populasi dan perubahan demografi.
Menurut Liang, lebih banyak orang berarti lebih banyak bakat untuk mendorong kemajuan. "Pada tingkat keseluruhan, jumlah sumber daya manusia yang digunakan untuk penelitian dan pengembangan menentukan seberapa banyak hasil yang kamu dapat, dalam bentuk paten dan pengetahuan teknologi."
Hal ini menempatkan Liang di tengah dua perdebatan di Asia: apakah kegesitan ekonomi kawasan ini bisa bertahan dari penurunan populasi yang cepat, dan apa yang bisa pemerintah lakukan untuk membalikkannya, jika ada.
Penurunan Demografi di Seluruh Dunia
Liang sudah lama menjadi salah satu pengamat demografi paling vokal di China. Ia adalah kritikus kebijakan "Satu Anak." Beijing kemudian menaikkan batasnya menjadi dua anak pada tahun 2015, lalu menghapus kebijakan itu sepenuhnya pada 2021.
Angka kelahiran China tahun lalu turun ke 5,63 per 1.000 orang, level terendah sejak 1949. Pada proyeksi saat ini, jumlah penduduk China akan turun di bawah 1,25 miliar pada pertengahan abad ini.
Penurunan demografi tidak hanya terjadi di China. Sebagian besar Asia Timur berada jauh di bawah tingkat penggantian 2,1 anak per wanita. Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong semuanya menuju status "super-aged," yaitu ketika lebih dari seperlima penduduknya berusia di atas 65 tahun.
Negara berkembang juga melaporkan penurunan angka kelahiran. Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina semuanya sudah berada di bawah tingkat penggantian. India juga memiliki tingkat kesuburan sekitar 1,9 kelahiran per wanita.
"Ini mulai menjadi masalah global," kata Liang. "Tahun lalu, dua pertiga penduduk dunia tinggal di negara dengan tingkat kesuburan di bawah tingkat penggantian."
Bisakah Kebijakan Membalikkan Penurunan Angka Kelahiran?
Pemerintah Asia mencoba memperlambat penurunan ini dengan berbagai kebijakan. Seperti perpanjangan cuti orang tua, bonus bayi, dan subsidi pengasuhan anak. Beberapa pemerintah daerah di Korea dan China bahkan mengadakan acara kecepatan.
Keberhasilannya sangat kecil: contohnya tingkat kesuburan Korea Selatan sedikit naik dari 0,72 pada 2023 menjadi 0,80 pada 2025.
Liang melihat upaya ini sebagai awal yang baik, tapi menurutnya masih banyak yang perlu dilakukan. Ia memperkirakan bahwa setiap 1% dari PDB yang dibelanjakan untuk kebijakan pro-keluarga hanya bisa meningkatkan tingkat kesuburan sekitar 0,1. Untuk menaikkannya hingga satu anak penuh, diperlukan pengeluaran sebesar 10% dari PDB.
"Kedengarannya memang besar," kata Liang. "Tapi di China, itu kira-kira setara dengan dua tahun pertumbuhan ekonomi."
Secara spesifik, Liang mendukung transfer tunai, yang memberikan anak muda uang dan waktu untuk memulai keluarga. Ia juga mendukung hal-hal seperti subsidi tempat penitipan anak dan jadwal kerja yang luwes. Menariknya, ia juga setuju dengan pengurangan tekanan ujian.
"Sistem yang sangat intens, seperti ujian masuk perguruan tinggi di China atau Korea, memang bisa menekan angka kelahiran," ujarnya. Iklim pendidikan yang super kompetitif membuat anak muda khawatir dan memakseda untuk menunda atau tidak memulai keluarga.
Trip.com sendiri punya banyak kebijakan ramah keluarga. Mereka memberi taksi gratis bagi karyawan hamil, dan juga bantuan biaya pendidikan untuk orang tua baru. Perusahaan ini juga memberikan subsidi untuk pembeiuan diri.
Pada taun 2023, perusahaan itu memberi bonus tahunan 10.000 yuan untuk setiap anak yang baru lahir, dan dibayarkan setiap hari ilmu usie 5taun. Perseroaan pu almuncul pabagus cutinya sampai anak berusaha 18ta.un uta sesjaraum ebuli perbjug dari sebod uteketertoro dalam.