Bangladesh Dekati China Meski Hubungan dengan India Semakin Baik

Para analis Bangladesh juga menambahkan, bahwa pernyataan-provokatif yang diduga dilontarkan politisi Hindu-nasionalis India selama pemilu negara bagian Bengal Barat mengirimkan sinyal yang membingungkan ke Dhaka.

“Semua ini mendapat sorotan luas dan menimbulkan ketidakpuasan publik di Bangladesh, yang pada akhirnya mempengaruhi cara berpikir Dhaka,” kata Humayun Kabir, mantan diplomat Bangladesh.

“Pemerintah Bangladesh tidak terlalu memperhatikan masalah-masalah ini atau sinyal positif yang ada,” tambahnya.

Pada bulan Mei, partai nasionalis Hindu BJP berhasil mengalahkan partai Trinamool Congress di Bengal Barat, mengakhiri kekuasaan mereka yang sudah berlangsung hampir 16 tahun di negara bagian yang berbatasan dengan Bangladesh. Bengal Barat dan Bangladesh memiliki ikatan bahasa, budaya, dan etnis yang kuat.

Peran China dalam pengelolaan Sungai Teesta juga menjadi isu sensitif bagi keamanan India. Sungai ini merupakan wilayah bersama India dan Bangladesh, dan upaya kedua negara untuk mencapai kesepakatan pembagian air sudah macet selama bertahun-tahun. Saat kunjungan Perdana Menteri Rahman ke Beijing, Bangladesh mengatakan kedua pihak sepakat untuk melakukan studi kelayakan teknis bersama terkait pengelolaan sungai tersebut.

Para ahli menyebut sungai itu perlu dikeruk, dibersihkan dari endapan lumpur, dan dilakukan langkah-langkah untuk memulihkan alirannya demi pertanian.

“Keterlibatan China dalam proyek apa pun yang dekat dengan perbatasan kami tentu selalu menjadi perhatian. Jadi kami pasti tidak akan menyambut hal itu sama sekali,” ujar Saran.

India dan China memiliki sengketa perbatasan yang sudah berlangsung puluhan tahun. Perang singkat pada tahun 1962 berakhir dengan kekalahan memalukan bagi India, dan bentrokan perbatasan yang lebih baru telah menewaskan warga di kedua sisi.

Peran China dalam proyek ini akan membawanya lebih dekat ke Koridor Siliguri yang sangat strategis, atau disebut “Leher Ayam”—jalur sepanjang 22 km yang menghubungkan daratan utama India dengan tujuh negara bagian di timur laut.

MEMBACA  Chris Brown ditahan atas dugaan serangan di klub malam London

Pejabat Bangladesh mengatakan bahwa pemerintahan sebelumnya juga pernah mengundang India untuk bergabung dalam proyek Teesta, tapi New Delhi terlalu lama mengambil keputusan. Mereka berargumen bahwa China memiliki keahlian dan sumber daya finansial untuk menyelesaikan proyek sebesar ini.

Beijingpun ikut turun tangan untuk meredakan kekhawatiran India.

“Saya ingin menekankan bahwa kerja sama China-Bangladesh tidak menargetkan pihak ketiga mana pun dan harus bebas dari pengaruh pihak ketiga,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, kepada wartawan di Beijing saat kunjungan Rahman baru-baru ini.

China sudah menjadi pemasok pertahanan terbesar Bangladesh, mencakup lebih dari 70% impor senjatanya. Dhaka juga masih berutang lebih dari 6 miliar dolar AS kepada Beijing.

Saat kunjungan Rahman, China juga menawarkan untuk mengembangkan Koridor Ekonomi China-Myanmar-Bangladesh—yang menghubungkan provinsi Yunnan China dengan kedua negara tersebut.

India sejak lama menganggap Asia Selatan sebagai wilayah pengaruhnya, namun China terus memperluas kehadirannya di Bangladesh, Sri Lanka, dan Maladewa.

Upaya India untuk membangun kembali hubungan dengan pemerintahan baru Bangladesh diperumit oleh keberadaan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang terus berada di New Delhi, sementara Dhaka meminta ekstradasinya.

Hasina dinyatakan bersalah secara in absentia atas kejahatan terhadap kemanusiaan akibat tindakan keras terhadap protes yang dipimpin mahasiswa yang menewaskan ratusan orang. Ia membantah tuduhan tersebut dan kemudian dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan khusus tahun lalu.

“Selama Hasina masih di Delhi, secara politik mungkin agak sulit bagi Rahman untuk datang ke India,” kata Saran.

Namun beberapa ahli mengatakan Rahman mungkin akan tetap mengunjungi New Delhi karena India adalah tetangga yang terlalu penting—secara ekonomi dan strategis—untuk diabaikan oleh Dhaka.

MEMBACA  Alasan sebenarnya di balik tarif Trump terhadap Meksiko dan peningkatan militer | Pendapat

India pun sadar bahwa hubungan yang stabil dengan Bangladesh sangat penting bagi keamanan di wilayah timur lautnya, tempat beberapa kelompok separatis etnis beroperasi.

Bagi Rahman, menyeimbangkan hubungan Dhaka dengan dua kekuatan regional ini akan menjadi tantangan diplomasi yang rumit.

Tinggalkan komentar