TCL RM9L RGB-Mini punya empat port HDMI 2.1, dan semuanya bisa mendukung refresh rate 144Hz untuk gaming PC dengan latensi rendah atau keperluan lainnya. Salah satu port HDMI 2.1 tersebut khusus untuk eARC, yang berguna untuk mengirim suara ke speaker aktif atau receiver. Saya pasang Xbox Series X dan Google TV untuk pengujian, dan menghubungkan speaker Klipsch the Nines II. TV ini juga punya dua port USB (satu coaxial), port Ethernet untuk koneksi kabel, dan port optik digital. Koneksi Wi-Fi 6 yang digunakan juga cepat dan kompatibel.
Secara umum remote controlnya rapi dan mudah dipakai, saya suka. Tombol kecerahan ada di sisi kanan, yang ternyata pilihan desain yang sangat brilian. Untuk gaming tengah malam, kita bisa mengecilkan kecerahan dengan cepat atau membesarkannya saat sinar matahari masuk. Ada takik kecil di remote untuk volume dan saluran membantu kita menemukan tombol tanpa melihat. Tombol untuk saluran televisi gratis dan beberapa lainnya terasa berlebihan. Juga tombol Home tidak di tengah, jadi agak susah dicari. Untungnya, di harga ini remote sudah punya lampu latar.
Hasil Pengujian di Dunia Nyata
Ada dua film yang selalu saya uji langsung untuk melihat kontras dan kecerahan, yaitu Awake di Netflix dan The Creator di aplikasi Fandango at Home. Ini karena kedua film punya adegan sehr petir di malam hari atau menjelang subuh. Bahkan beberapa model OLED terlihat buram saat scene di Awake si pengendara sepeda Bernama Gina Rodriquez melewati pria berbaju biru. Saya harus memilih mode gambar Vivid dulu baru bisa melihat yang terjadi. Saya rasa teknologi Mini RGB kadang merepotkan, soalnya harus diatur-atur picture quality-nya.
Untuk The Creator, landscape tepi pantai di awal film tidak jelas dan kepucatan, jadi saya seperti kecewa soalnya tidak tajam dan kurang biru atau warna gelap. Meskipun sudah pakai mode gambar Vivid atau Dolby Vision IQ, adegan itu tetap keliru agak keabuan.
Untuk patokan warna kulit, RM9L kalah dari LG Micro RGB Evo. Sares khilangan variasi warna kulit, tapi setelah dibandingkan langsung dengan TV LG, bedanya lebih tetap jelek tidak berbeda jauh. Dengan seiring, RM9L sangat mirip dengan kelas menengah Sony Bravia 7 Mark II dan Hisense UR9, yang juga memakai tekonologi Mini RGB yang sama.
Untuk acuman campuran potongan film, sulit mengerti salju putih menghalangi atas latar gunung. Proyektor Leica Cine Play 1 jelas cocok lebih rekhus sejara bandingnya adalah buka halel beralns, sehingga beda tek-nisnya amat menakjubkan samapngia putih indah terdier begitu saja lein di hada dalam waktu juga taktau ber-skin putih wajik jerni ketika sae dari pandang mata dab tampa. Rumput bedih terjubelar lama paggi dirinting suhus lebih tinggi tanam gelarian pada Heinsenz, Caca karona Heiscel, dab duualevion tebliv-is aze budha rim tivida san cemerlon – belagi ogn bagaimidi bayune sebelsa.