Drama Piala Dunia 2026 di Babak 32 Besar! Gol Pamungkas dan Adu Penalti Bikin Deg-degan

Minggu, 5 Juli 2026 – 19:12 WIB

Siapa pun yang pernah meragukan format baru Piala Dunia 2026 sekarang harus berubah pikiran. Awalnya, banyak yang khawatir penambahan peserta menjadi 48 tim akan bikin kualitas pertandingan turun dan babak gugur kehilangan ketegangan. Tapi kenyataannya justru sebaliknya.

Babak 32 besar jadi salah satu fase paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia. Hampir tiap hari, penonton disuguhi gol penentu di menit akhir, perpanjangan waktu, adu penalti, sampai banyak tim besar yang tumbang.

Fase ini juga menunjukkan bahwa jarak kualitas antar negara saat ini makin tipis. Tim unggulan tidak bisa menang dengan mudah, sementara negara yang biasanya jadi kuda hitam malah main tanpa rasa takut.

Dari 16 pertandingan yang berlangsung, lima laga harus selesai lewat babak tambahan, dan tiga lainnya selesai lewat adu penalti. Sebanyak 47 gol tercipta di babak 32 besar, atau hampir tiga gol per pertandingan.

Yang paling bikin heboh adalah banyak pertandingan yang baru ditentukan saat wasit mau meniup peluit panjang. Delapan dari 13 laga pertama babak gugur baru meraih pemenang di 10 menit terakhir waktu normal, masa perpanjangan, atau adu penalti. Drama ini bikin babak 32 besar terasa seperti final setiap hari.

Salah satu pertandingan paling luar biasa ketika Belgia lawan Senegal. Saat laga tinggal lima menit terakhir di waktu normal, Belgia ketinggalan dua gol. Situasi yang tampaknya mustahil dibalik justru berubah menjadi salah satu comeback terbaik di sejarah Piala Dunia.

Romelu Lukaku mencetak satu gol, lalu Youri Tielemans menyamakan skor. Ketika pertandingan sampai menit ke-125, Tielemans lagi-lagi jadi pahlawan dengan eksekusi penalti yang balikkan skor jadi 3-2. Itu adalah gol paling larut dalam sejarah Piala Dunia sekaligus membawa Belgia lolos dengan cara dramatis.

MEMBACA  BTIG menyoroti profitabilitas AtriCure dan peluncuran produk untuk potensi saham oleh Investing.com

Portugal juga hampir kena nasib serupa. Lawan Kroasia, lama-kelamaan permainan terlihat akan lanjut ke perpanjangan waktu sebelum Goncalo Ramos cetak gol lewat sundulan saat injury time. Kroasia sempat balas walau gayungnya bagus, tetapi akhirnya dianulir karena offside.

Kemenangan itu tidak cuma bawa Portugal ke babak 16 besar, tetapi juga menutup perjalanan Luka Modric pemutakhir di Piala Dunia dengan cara yang emosional.

Tinggalkan komentar