Iran memulai masa berkabung nasional dan prosesi pemakaman bagi mantan Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari empat bulan setelah ia tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Jenazah mantan Ayatollah akan disemayamkan di Masjid Raya Teheran mulai Jumat, menjelang pemakamannya di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis depan.
Menurut AFP, pejabat setempat mengatakan pemakaman ini bisa dihadiri hingga 20 juta pelayat dari seluruh Iran.
Peristiwa ini terjadi saat Iran dan Amerika Serikat tengah menjalani gencatan senjata yang rapuh setelah menandatangani kesepakatan awal untuk menghentikan konflik mereka pada bulan Juni.
Jenazah Khamenei akan disemayamkan di Masjid Raya selama tiga hari, bersama dengan jenazah anggota keluarganya yang juga tewas dalam serangan AS dan Israel pada bulan Februari.
Sebuah upacara pemakaman resmi akan digelar di Teheran pada hari Sabtu.
Pemerintah memerintahkan kantor publik dan swasta di Teheran tutup dari Sabtu hingga Senin, sementara pembatasan lalu lintas akan menutup sebagian besar pusat kota bagi kendaraan pribadi, seperti dilaporkan AFP. Wilayah udara Teheran akan ditutup sebagian mulai Jumat dan ditutup penuh pada hari Senin.
Usai upacara di Teheran, jenazah mantan pemimpin tertinggi itu akan dibawa ke kota suci Najaf dan Karbala di Irak, sebelum akhirnya dimakamkan di Mashhad.
Perwakilan dari berbagai negara diperkirakan akan menghadiri upacara itu, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
Khamenei digantikan oleh putranya, Mojtaba, yang belum terlihat di publik sejak menjadi pemimpin tertinggi.