Badan Narkotika AS Akan Larang Senyawa Kratom 7-OH yang Mirip Opioid

Badan Penegakan Narkoba Amerika Serikat (DEA) berencana untuk melarang sementara 7-OH, salah satu komponen dari kratom. Zat ini memiliki efek seperti opioid dan dijual di pom bensin serta toko rokok di seluruh Amerika dalam bentuk permen jeli, minuman, dan kapsul.

Dalam sebuah draf pemberitahuan yang akan diterbitkan hari Senin, DEA mengatakan bahwa mereka akan memasukkan 7-OH ke dalam daftar obat Golongan I (Schedule I) dalam Undang-Undang Zat Terkendali. Golongan yang sama dengan heroin.

Larangan ini hanya berlaku untuk produk yang mengandung 7-OH melebihi batas tertentu dan akan berlaku selama dua tahun, dengan kemungkinan diperpanjang satu tahun lagi. DEA mengatakan bahwa 7-OH “memiliki risiko serius untuk kesehatan masyarakat, termasuk toleransi, ketergantungan, dan kecanduan.”

Langkah ini menjadi kemenangan besar bagi industri kratom biasa atau alami. Industri ini sudah lama melawan 7-OH dan didukung oleh pejabat pemerintah, termasuk Presiden Donald Trump.

Kratom adalah tanaman dari Asia Tenggara yang memiliki sifat pereda nyeri dan antidepresan jika dikonsumsi dalam dosis rendah. Kratom alami mengandung 7-OH dalam jumlah yang sangat kecil. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produksi dan penjualan produk 7-OH yang tidak diatur meningkat drastis, karena produk ini bisa jauh lebih kuat daripada kratom alami.

Pada bulan Mei, Trump mendukung “7-OH alami,” yang dimaksudkannya adalah kratom. Ia mengatakan bahwa pemerintah sedang mencari cara untuk menyetujui penggunaannya.

Seperti yang sebelumnya dilaporkan oleh WIRED, Menteri Kesehatan dan Layanan Manusia AS, Robert F. Kennedy Jr., serta Menteri Keamanan Dalam Negeri, Markwayne Mullin, memiliki hubungan kuat dengan industri kratom. Kennedy pernah difoto bersama JW Ross, seorang mantan narapidana dan pendiri Botanic Tonics—perusahaan yang membuat Feel Free, merek minuman kratom yang pernah digerebek pihak federal pada tahun 2023. Mullin tercatat telah menginvestasikan hingga 1 juta dolar di Botanic Tonics.

MEMBACA  Eaton (ETN) Tak Hanya Siap Menorehkan Kinerja Kuartal yang Impresif, Melainkan Juga Potensi Jangka Panjang

Banyak pengguna Feel Free mengklaim mengalami gejala putus obat yang sangat parah jika berhenti mengonsumsinya. Pada bulan Desember, Departemen Kehakiman AS menjatuhkan kasusnya terhadap Botanic Tonics. Beberapa bulan kemudian, LLC yang terkait dengan Feel Free memberikan 500.000 dolar kepada MAHA PAC. Dinas Keamanan Dalam Negeri lalu tidak menanggapi permintaan komentar dengan segera namun saat ini sebelumnya pernah mengatakan kepada WIRED bahwa “Mullin menjalankan semuanya sesuai aturan etika dan aturan bebas konflik kepentingan.”

7-OH sering disebut “heroin dari pom bensin” oleh sebagian orang karena zat ini menyalakan reseptor mu-opioid di otak, sehingga sangat berpotensi menimbulkan kecanduan. Tapi produk kratom lain jugadapat menimbulkan masalah yang serupa jika dikonsumsi dlam dosis tinggi.

Para pelobi industri kratom merayakan rencana larangan ini. “Tindakan DEA ini harus bisa yang mengakhiri perdebatan,” tulis Mac Haddow dalam keterangan resminya. “7-OH ini opioi yang dimanipulasi secara kimiawi dengan dosis tingg buka jenis kratom natural obat alami. Ini berbahaya tujuan nyasar ke nasab kratam natural banyak pengomsumsi set penting mencegah resiko Kesehatan.”

Atau sementara praktis kan Namun ada alternasi produk ini Ini sebearnya ini bagaimana jawab? tidak menghindari orang Dari sudah fisk?

Mari diperpes tugas harus Cari

Tinggalkan komentar