Walaupun begitu, Trump sudah melakukan beberapa tindakan di Gedung Putih yang menguntungkan bisnisnya sendiri, juga bisnis yang terkait dengan pejabat tinggi lainnya di pemerintahannya.
Pada bulan Juli lalu, Trump menandatangani undang-undang yang mendukung stablecoin, salah satu jenis mata uang kripto. Hal ini terjadi hanya empat bulan setelah perusahaan World Liberty Financial meluncurkan usaha digitalnya sendiri. Menurut laporan keuangan Trump, perusahaan tersebut telah membuatnya meraup setidaknya 500 juta dolar AS pada tahun 2025.
Pada bulan Oktober, Trump memberikan pengampunan kepada Changpeng Zhao, penduduk miliarder perusahaan kripto Binance.
Langkah ini terjadi saat Trump mulai memuji industri kripto di bulan-bulan pertamanya kembali menjabat, padahal sebelumnya ia pernah menyebutnya sebagai “bencana yang tinggal menunggu waktu”.
Bisnis keluarga Trump dan beberapa orang dekatnya juga untung dari sektor lain di luar kripto sejak ia kembali ke Gedung Putih.
Tahun lalu, Trump membuat kesepakatan dengan presiden Kazakhstan yang memberi perusahaan Amerika akses ke proyek mineral penting di negara tersebut, menurut laporan New York Times. Eric Trump dan Donald Trump Jr kemudian membeli saham minoritas di perusahaan yang terlibat dalam proyek tambang itu. Perusahaan investasi Cantor Fitzgerald—yang dijalankan oleh anak-anak Menteri Perdagangan Howard Lutnick—juga ikut menangani kesepakatan tersebut.
Pada hari Rabu, Trump mengaitkan keuntungannya di kantor dengan kenaikan pasar saham dan mengaku tidak terlibat dalam urusan bisnis keluarganya.
“Saya tidak ikut campur dalam urusan pribadi [keuangan]. Kami punya dana yang mengelola uang saya,” kata Trump kepada wartawan. “Saya sudah menghasilkan banyak uang sebelum jadi presiden, dan mereka yang investasi uang saya, dan saya tidak bicara dengan mereka.”
Para pengawas etika berargumen bahwa keuntungan Trump, terutama dari mata uang kripto, adalah masalah besar.
“Tentu saja ini konflik kepentingan,” kata Richard Painter, mantan kepala penasihat etika Gedung Putih di bawah George W Bush, kepada BBC. “Ini situasi yang sangat, sangat meresahkan bagi rakyat Amerika melihat presiden mereka menghasilkan uang sebanyak itu.”