WAJARTAKOTA LIVE, JAKARTA – Empat puluh satu mahasiswa dari Indonesia Timur, yaitu dari Maluku, Sulawesi, dan Papua, berhasil lulus dari Program Beasiswa Eramet Beyond yang diadakan oleh Eramet Indonesia sejak November 2024.
Program pengembangan kepemimpinan dan peningkatan kapasitas ini adalah wujud komitmen Eramet Indonesia untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak muda di Indonesia Timur. Program ini juga membekali mereka dengan kemampuan kepemimpinan, keterampilan masa depan, dan semangat untuk menciptakan hal positif di daerah asal mereka.
CEO Eramet Indonesia, Jérôme Baudelet, mengatakan bahwa investasi di bidang pendidikan adalah langkah jangka panjang yang akan memberi manfaat berkelanjutan untuk masyarakat. Ia percaya pendidikan adalah pondasi utama pembangunan yang inklusif.
“Lewat Program Beasiswa Eramet Beyond, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi anak muda berbakat untuk mengembangkan potensi mereka, memperkuat kepemimpinan, dan menciptakan dampak positif di daerah asalnya. Kami berharap perjalanan mereka di program ini menjadi awal dari kontribusi yang lebih besar untuk kemajuan daerah dan Indonesia,” ujar Jérôme dalam keterangan resmi pada Kamis (1/7/2026).
Program beasiswa pendidikan dari Eramet Indonesia, perusahaan pertambangan dan metalurgi dari Perancis, bekerja sama dengan Kitong Bisa Foundation (KBF), diikuti oleh 41 mahasiswa dari Maluku, Sulawesi, dan Papua. Mereka terpilih dari lebih dari 500 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.
Selama mengikuti program, para peserta mendapatkan 46 sesi pelatihan. Pelatihan itu mencakup kemampuan bahasa Inggris, manajemen proyek, kepemimpinan, literasi keuangan, dan literasi digital.
Semua pembelajaran disusun dalam empat tahap utama, yaitu Learn, Lead, Serve, dan Give Back. Tujuannya untuk membentuk peserta menjadi pemimpin yang unggul secara akademik dan juga punya kepedulian sosial.
Program ini juga mencatat berbagai hasil positif. Sekitar 70 persen peserta berhasil meningkatkan kemampuan bahasa Inggris setidaknya satu level.
Selain itu, 73,2 persen peserta mengalami peningkatan pengetahuan di bidang manajemen proyek, dan 73 persen memiliki pemahaman lebih baik tentang pengelolaan uang, khususnya pentingnya dana darurat.
Dari sisi akademik, rata-rata IPK peserta naik dari 3,50 menjadi 3,63, atau meningkat sekitar 3,75 persen dari semester lima ke semester tujuh.
Tidak hanya itu, 19 dari 41 peserta atau sekitar 45 persen aktif di organisasi mahasiswa, komunitas, dan kegiatan sosial sepanjang 2026.
Salah satu penerima beasiswa, Zaldi, mengaku program ini mengubah perjalanan studinya. Sebelum dapat beasiswa, ia harus kerja paruh waktu untuk biaya kuliah. Sekarang, ia bisa fokus menyelesaikan pendidikan dan mendapat dukungan penuh untuk penelitian tugas akhir yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Saya sangat berterima kasih kepada Eramet dan KBF. Berkat dukungan dari program Beasiswa Eramet Beyond, saya bisa lebih fokus belajar tanpa khawatir soal biaya. Pengalaman ini bahkan membuka lebih banyak peluang untuk berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Kitong Bisa Foundation Mohammad Afif mengatakan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan prestasi akademik, tetapi juga dari dampak sosial yang diciptakan oleh penerima beasiswa.
“Lewat Eramet Beyond, kami tidak hanya mendukung mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga membekali mereka dengan karakter kepemimpinan, semangat pengabdian, dan kemampuan menciptakan dampak nyata yang membawa perubahan positif bagi Indonesia Timur dan Indonesia secara keseluruhan,” kata Afif.
Eramet Indonesia dan Kitong Bisa Foundation berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dalam mendukung lahirnya generasi muda yang berdaya saing, punya jiwa kepemimpinan, dan menjadi agen perubahan bagi pembangunan Indonesia, khususnya di kawasan timur.