Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, memuji penampilan “luar biasa” anak asuhnya setelah berhasil mengalahkan Jerman lewat adu penalti pada babak 32 besar Piala Dunia, Senin lalu. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Paraguay ke babak 16 besar.
Dalam pertandingan di Foxborough, Julio Enciso membawa Paraguay unggul lebih dulu di babak pertama. Namun, Kai Havertz berhasil menyamakan kedudukan. Sempat terlihat Jerman, juara dunia empat kali, akan lolos pada babak perpanjangan waktu. Namun, sebuah gol Jonathan Tah dianulir, dan setelah pertandingan berakhir imbang 1-1, Paraguay menang 4-3 dalam adu penalti dramatis berkat dua penyelamatan brilian kiper Orlando Gill.
“Saya merasakannya dengan intensitas besar, seperti yang lainnya,” kata Alfaro. “Ini adalah pertandingan penuh tekanan dari awal hingga akhir karena kami tahu kami menghadapi salah satu kandidat utama juara, lawan dengan kualitas luar biasa yang sebelumnya diunggulkan.”
Alfaro menambahkan bahwa timnya menjalankan rencana permainan dengan efektif hingga membatasi pergerakan Jerman. “Para pemain sangat memahami apa yang dibutuhkan pertandingan dan berusaha keras untuk mencegah Jerman menemukan ruang dan memainkan permainan mereka,” jelasnya. Ia juga mengakui kerasnya pertandingan tersebut dengan suhu udara tinggi di Massachusetts yang menguras energi. “Memang benar kami kekurangan beberapa hal, tapi tuntutan pertandingan sangat tinggi. Suhu tinggi dan usaha konstan untuk merebut bola serta menutup ruang sering membuat kami kehabisan energi untuk menyerang,” imbuh Alfaro.
Bagi Jerman, ini adalah kekalahan pertama mereka dalam sejarah adu penalti Piala Dunia. Sebaliknya, Paraguay tetap tenang meskipun dua algojonya, Antonio Sanabria dan Fabian Balbuena, gagal mengeksekusi penalti termasuk tendangan penentuan kemenangan. “Sepertinya jika tanpa penderitaan, itu tidak terhitung. Adu penalti yang dramatis ini berlanjut hingga tendangan keenam,” Alfaro berseloroh, lalu mendedikasikan kemenangan ini untuk pendukung. “Kualifikasi ini untuk seluruh rakyat Paraguay yang percaya pada kami.”
Kemenangan di laga gugur ini menjadi yang kedua kalinya bagi Paraguay. Imbalannya adalah hadapi tim-tim tangguh, termasuk jagoan turnamen, Prancis.
Namun, Enciso lebih yakin. “Kami yang bermain,” tegasnya. Mereka menyadari start meraka sesaat sebagai tim jauh dari peluang juara turnamen, namun gaya mereka memang terbukti sulit mal Lucas percuma melakukan apa ketami, Pernjual menti Ter menM.
Encisocal serax FendiS sekali tu terH , pemgu Percad bert sem akiiTu camDan plan ia encinal tak tapi enc mer . Kami mbari ket ” Dengan keyalin tKita gun sang2 bi ya tdk boleh angg Kurang adalah pem bi Guay runja Bes o. Anda tim. seheSe banyak gel bert.
Ma jadi Mb ked Kami prestasul. mana St geas oleh ke ke , semF musia po kami Se l Angngaran teb.
Dan Ke Kami sert hadib berkemen setelah Sp ter .. wa ” dari Rr tim tr dari tu- d. Namung spang la fal s sang tujuanfin8 apa tra t laya.
Parjayan suar Enstrib en up nama janKembayan.
K ad t ention hal agar marunt pelBaran say re erakhir ran ma kan berminat sama. Setelon puny