Tidak Ada Korban Jiwa Akibat Kebakaran di Tiga Provinsi, Lapor BNPB

BNPB melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah tidak mengakibatkan korban jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pada hari Selasa bahwa laporan dari lapangan memastikan tidak ada korban jiwa di semua daerah yang terdampak.

“Sesuai dengan upaya penanganan yang dilakukan oleh tim gabungan di daerah, tidak ada laporan korban jiwa dari rangkaian kebakaran tersebut,” ujarnya.

Muhari menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan pertama terjadi di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Sabtu malam (27 Juni). Kebakaran itu menghanguskan lahan seluas empat hektar.

Api berhasil dipadamkan sepenuhnya keesokan harinya oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Tidak ada warga yang terdampak dalam kejadian tersebut.

Kebakaran lahan serupa terjadi di Desa Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh, pada hari Minggu (28 Juni).

BNPB memastikan bahwa kebakaran seluas dua hektar di Aceh ini dipicu oleh pembakaran sampah, dan hanya berdampak pada satu keluarga tanpa korban jiwa.

Muhari mengatakan bahwa BPBD Kota Langsa mengerahkan dua mobil pemadam dan satu mobil tangki air, dan berhasil memadamkan api pada hari yang sama.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan ketiga terjadi di Desa Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan luas lahan terbakar mencapai dua hektar.

“Api berhasil dikendalikan melalui upaya koordinasi antara BPBD setempat dan tim reaksi cepat, yang mengerahkan satu mobil tangki air. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” kata Muhari.

Sebelumnya, BNPB meminta pemerintah daerah, termasuk kementerian dan lembaga terkait, untuk meningkatkan patroli di wilayah masing-masing dan memetakan sumber air alternatif sebagai antisipasi terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

MEMBACA  Ketidakberlimpahan dan imigrasi tidak lagi menjelaskan kenaikan sayap kanan jauh di Eropa | Sayap Kanan Jauh

“Kami meminta pemerintah daerah di wilayah rawan untuk segera mengoptimalkan upaya konservasi air, menyiapkan armada distribusi air bersih, dan memperkuat deteksi dini titik panas yang muncul,” ujar Muhari.

Tinggalkan komentar