Ford Rekrut Kembali 350 Insinyur Senior Kakek-Kakek setelah Sadar AI Belum Bisa Gantikan Manusia

Ford Motor Company ingin mengingatkan perekonomian AS bahwa pengalaman manusia itu penting, di tengah ramainya diskusi tentang gelembung AI, hype AI, dan PHK massal karena otomatisasi.

Selama tiga tahun terakhir, Ford merekrut 350 insinyur senior yang dijuluki “gray beards” di dalam perusahaan. Mereka terdiri dari mantan karyawan Ford dan pekerja dari pemasok. Tugas mereka adalah melatih staf junior dan memperbaiki alat AI yang tidak efektif. Perusahaan menyadari apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh AI.

“AI adalah alat yang hebat, tapi kualitasnya tergantung pada informasi yang digunakan untuk melatihnya,” kata Charles Poon, wakil presiden teknik perangkat keras Ford. “Di tahun-tahun sebelumnya, kami kurang memperhatikan pengalaman dari para insinyur paling berpengetahuan yang sudah bersama kami melalui banyak siklus produk.”

Pada pertengahan 2024, biaya penarikan produk Ford mencapai $4,8 miliar per tahun. Pada Juli 2025, Ford menjadi produsen mobil dengan rekor penarikan terbanyak dalam setahun, yaitu 90 kali, termasuk biaya sekitar $570 juta untuk hampir 700.000 kendaraan crossover.

Sejak itu, Ford meningkatkan pengendalian kualitas. Dalam survei JD Power Initial Quality Study terbaru, Ford menduduki peringkat pertama di antara merek utama. Tahun lalu, Ford hanya peringkat 10 untuk kualitas. Perusahaan mengaitkan peningkatan kualitas ini dengan “perubahan budaya” yang menekankan peran pekerja manusia.

“Kami punya alat AI untuk sistem visi. Tapi yang paling penting adalah kerja keras pekerja kami yang biasa, bekerja sama memperhatikan detail kecil,” kata CEO Ford Jim Farley. “Belakangan ini kita perhatikan tuh semua detail kecil.”

AI memang bisa meningkatkan produktivitas pada beberapa aktivitas, tapi hasil nyata hanya diraih perusahaan yang punya visi jelas tentang penggunaan AI untuk mendukung pekerja manusia. Juga, biaya AI masih lebih mahal daripada tenaga kerja manusia. Bahkan di Fortune 500, hanya 5% perusahaan yang mendapat hasil positif dari program AI generatif.

MEMBACA  Volvo Group dan Daimler Truck Bermitra untuk Meluncurkan Coretura

Seperti kata Ford, jika ingin otomatisasi berhasil, Anda harus mempekerjakan manusia yang pintar terlebih dahulu. “AI adalah alat canggih untuk menangkap masalah kualitas, tapi kualitasnya bergantung pada orang yang menggunakannya,” kata juru bicara Ford.

Tim insinyur senior dan pekerja baru, ditambah AI, bekerjasama untuk menangkap dan mencegah masalah kualitas sejak awal sekaligus melatih generasi penerus.

PDM masalah celana apa kata Farley? Ya soal penuk y tersebut dampakannya akan bejalan lunak dua tah kedepan

CE sertaken kegontusan kon

Tinggalkan komentar