Iran Tersulut Abu-Abu Taktik Kuwait-Bahrain, Konvoi Bantuan untuk Kebakuan Strategi Tempur Amerika Serikat?

Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) telah berjanji akan membalas setiap serangan Amerika Serikat dengan keras, seiring meningkatnya aksi balasan di kawasan Teluk.
“Seperti yang sudah kami perkirakan, musuh itu suka melanggar janji, licik, dan tidak bisa dipercaya. Kapan saja, di tahap negosiasi mana pun, mereka bisa melakukan satu tindakan tertentu,” ujar Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebi, kepada stasiun televisi pemerintah SNN TV.

“Tindakan apa pun yang dilakukan musuh dalam hal ini, sudah kami tanggapi, dan kami akan terus menanggapinya. Kami tegaskan lagi: Jika musuh melanggar komitmen dan melanggar gencatan senjata, kami akan membalas lebih keras dari sebelumnya. Kami anggap saja langkah musuh itu sebagai sesuatu yang wajar, karena kami sudah tahu sifat mereka,” kata Mohebi.

Tiga Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Bantu Militer AS

1. Kuwait dan Bahrain Bantu AS Menyerang Iran Lagi

Mostafa Khoshcheshm dari Universitas Teheran mengatakan bahwa Iran sudah berulang kali memperingatkan negara tetangga terkait memberi dukungan militer kepada AS dari wilayah mereka.

“Iran sudah memberikan waktu dan kesempatan pada negara-negara pesisir Teluk Persia untuk menghentikan permusuhan AS dan serangan dari negara mereka. Saat kami bicara sekarang, ada lebih dari dua belas pesawat tanker milik AS di negara-negara itu, dan Amerika masih terus menggunakan area ini untuk menyerang Iran,” kata Khoshcheshm pada Al Jazeera.

“Mereka sudah membangun beberapa landasan udara, dan itu juga sudah melanggar gencatan senjata, karena dua belah pihak seharusnya sudah menghentkan semua gerakan saling serang.”

Dia juga menyebut, menurut hukum internasional, Iran memiliki hak untuk mengendalikan sebagian Selat Hormuz sesukanya.

MEMBACA  1 Saham Pembagian Harga Murah untuk Dibeli dengan Cepat di Kuartal Keempat dan 1 Saham Unggulan untuk Diwaspadai

Tinggalkan komentar