Ukraine terus melancarkan serangan drone besar-besaran ke Rusia, yang menyebabkan kebakaran di kilang minyak utama di selatan dan menewaskan sedikitnya dua orang, kata pihak berwenang Rusia pada hari Minggu.
Ukraine sudah meningkatkan serangan jarak jauh ke industri militer dan fasilitas energi Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Tujuannya adalah untuk mengurangi pendapatan Moskow dari perang yang sudah berjalan lima tahun ini, dan membuat rakyat Rusia merasakan dampaknya.
Serangan ini sudah mengganggu pasokan bahan bakar Rusia serta pengiriman perlengkapan militer. Menurut analis Barat, hal ini juga memperlambat gerak Rusia di medan perang dan menekan Kremlin untuk mau berunding.
Presiden Ukraine Volodymyr Zelenskyy menulis di Telegram pada hari Minggu, “Sanksi jarak jauh kami mencapai dua kilang minyak di Rusia. Setiap serangan berarti mengurangi sumber daya yang digunakan mesin perang Rusia, dan ini adalah langkah menuju perdamaian.”
Menurut Gubernur Veniamin Kondratyev, puing-puing drone yang ditembak jatuh menyebabkan kebakaran di kilang Slavyansk-na-Kubani di wilayah Krasnodar, timur laut Crimea yang sudah diduduki. Puing itu menewaskan satu orang di Slavyansk dan melukai satu orang lain di desa dekatnya.
Kilang Slavyansk adalah salah satu kilang minyak terbesar di Rusia selatan, yang mengolah hampir 4 juta ton minyak mentah per tahun, menurut situs web operatornya. Tempat ini juga sumber utama produk minyak untuk ekspor melalui pelabuhan Laut Hitam Rusia, termasuk minyak bakar, nafta, dan bahan bakar kapal.
Foto dan video di media sosial Rusia yang tidak bisa diverifikasi langsung oleh AP menunjukkan kepulan asap tebal di atas kilang tersebut. Zelenskyy juga mengklaim bahwa kilang lain di wilayah Yaroslavl, sekitar 700 kilometer dari perbatasan Ukraine, terkena serangan malam.
Pihak berwenang Rusia belum memberi laporan resmi soal serangan di Yaroslavl. Gubernur Mikhail Evraev melaporkan pada hari Minggu pagi bahwa beberapa jalan antara Moskow dan ibu kota daerah Yaroslavl ditutup sementara karena “serangan musuh oleh drone Ukraina”.
Bandara Yaroslavl juga tutup sementara pada malam hari, sama seperti beberapa bandara lain di selatan dan barat Russia, menurut lembaga penerbangan sipil negara.
### Serangan ukraina ganggu pasokan bahan bakar
Selama berbulan-bulan, Ukraina terus meningkatkan serangan terhadap fasilitas energi di dalam Rusia. Mereka beralasan sektor ini mendanai dan mendukung langsung perang Kremlin. Meskipun sudah banyak sanksi Barat, Moskow masih jadi salah satu eksportir minyak dan gas terbesar di dunia.
Belakangan, Ukraina juga berusaha memutus pasokan bahan bakar ke Crimea, semenanjung Laut Hitam yang dianeksasi Rusia pada awal 2014. Akhir pekan lalu, pejabat yang dipasang Kremlin di Crimea menghentikan penjualan bensin untuk warga sipil setelah serangan Ukraina terhadap jalur pasokan menyebabkan krisis energi terburuk di sana sejak aneksasi.
Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, mengatakan hari Minggu bahwa Moskow sedang meninjau kembali perjanjian ekspor bahan bakar untuk memastikan kebutuhan dalam negeri tidak terganggu.
“Tidak ada larangan untuk perjanjian antar pemerintah. Di setiap kasus, kami bekerja dengan mitra untuk menilai situasi dan kebutuhan saat ini,” kata Novak.
Penjualan bahan bakar untuk warga juga dibatasi di wilayah Irkutsk di Siberia, ribuan kilometer dari perbatasan Ukraina. Gubernur Irkutsk Igor Kobzev mengumumkan pengemudi tidak boleh membeli lebih dari 50 liter per kendaraan per hari di pom bensin Rosneft milik negara di wilayah tersebut. Pom bensin lain mungkin menetapkan batas yang lebih rendah, kata dia.
Jaringan pom bensin swasta di Siberia, KreisNeft di wilayah Irkutsk dan Elke Auto di Tomsk, sudah melaporkan pembatasan penjualan karena gangguan pasokan.
### Serangan drone ke lebih banyak wilayah
Sementara itu, serangan drone Ukraina menewaskan satu orang dan melukai satu orang lain di wilayah perbatasan Belgorod, kata Plt. Gubernur Alexander Shuvayev pada hari Minggu. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukan menembak jatuh 213 drone Ukraina semalam, termasuk di terbang di atas Rusia, Krimea yang diduduki, Laut Hitam dan Laut Azov.
Di sisi lain, Rusia menyerang Kiev dengan 142 drone jarak jauh dan delapan rudal semalam, menurut Angkatan Udara Ukraina. Dari jumlah itu, kata mereka, 125 drone dan tujuh rudal berhasil ditembak jatuh.