Saya Menguji PC Genggam MSI: Hasilnya Jauh Lebih Unggul dari Legion Go

Kelebihan dan Kekurangan MSI Claw 8 EX AI+

Kelebihan:

  • Performa stabil yang bagus untuk bermain game berat
  • Desain ergonomis, nyaman digenggam
  • Pendingin yang kuat

    Kekurangan:

  • Sangat mahal
  • Perangkat lunak (software) sering bermasalah

    Sudah hampir satu tahun sejak saya terakhir kali mengulas handheld gaming dari MSI. Baru-baru ini, saya mencoba MSI Claw 8 EX AI+ selama beberapa minggu. Sulit dipercaya kalau alat ini masih satu seri dengan yang lama. Banyak banget perubahannya.

    Dulu, sepertinya MSI masih mencari posisi di pasar handheld. Generasi sebelumnya memang menjanjikan, tapi masih ada banyak kekurangan. Model baru ini sudah jauh lebih halus. MSI mendesain ulang Claw 8 dengan ergonomi yang lebih baik, pendingin yang lebih kuat, dan prosesor Intel Arc G-Series yang baru.

    Desain yang Puncak

    Menurut MSI, desain handheld ini terinspirasi dari controller Xbox Series X. Hasilnya terlihat. Pegangannya melebar seperti controller Xbox, dan ada tekstur laser agar tidak licin. Tombol-tombolnya juga berjarak pas, jadi nyaman.

    Saya suka keseimbangan berat handheld ini. Meskipun ukurannya besar, tapi tidak terasa berat atau canggung saat dipegang. Bobotnya tersebar merata, cocok buat main game lama. Ada juga perubahan kecil lainnya. MSI bilang kalau directional pad-nya sekarang pakai "kubah logam" supaya input lebih akurat.

    Beberapa bagian dari Claw 8 EX masih sama seperti generasi sebelumnya. Analog stick dan trigger masih pakai sensor Hall Effect, jadi akurasinya awet. Layarnya juga sama, yaitu panel IPS Full HD delapan inci dengan refresh rate 120Hz. Layarnya kelihatan bagus, warna-warnanya cerah dan kontrasnya tinggi.

    Masalah Sistem

    MSI Claw 8 EX ini pakai Windows 11, dan perasaan saya campur aduk soal itu. Sejujurnya, Windows kurang cocok untuk handheld gaming. Seringkali ada masalah performa dan keanehan pada perangkat lunak. Saya memang mengalaminya. Salah satu masalah adalah tombol Quick Menu. Setiap saya tekan, kursor langsung lompat dari menu pengaturan sistem ke MSI Quick Settings. Saya tidak tahu itu sengaja atau bug, tapi kursor yang loncat ke kiri setiap kali saya tekan tombol itu bikin cepat kesal.

    Masalah lain ada di MSI App Player. Fitur ini seharusnya bisa mengunduh game Android langsung dari Google Play Store. Sayangnya, tidak berfungsi. Setiap kali mencoba, selalu muncul pesan error: "Initializing App Player. Please try again later." Akhirnya saya menyerah dan unduh Google Play Games beta. Lewat beta itu, saya bisa memasang game Android tanpa masalah. Game Arknights salah satunya, dan berjalan lancar.

    Beralih ke antarmuka Windows memang perlu adaptasi. Lapisan sistemnya banyak, terasa berantakan dan sulit dinavigasi. Salah satu alasan saya suka handheld berbasis SteamOS adalah sistem operasinya yang lebih rapi. Bukan berarti perangkat MSI ini sangat susah dipakai, tapi butuh waktu untuk belajar.

    Meskipun begitu, Windows 11 punya kelebihan. Claw 8 EX bisa dipakai seperti mini-PC. Perangkat ini punya tenaga cukup untuk menjalankan banyak tugas. Kita juga bisa akses layanan game lain yang tidak ada di SteamOS, seperti Ubisoft Connect, Xbox, Epic, dan Battle.net.

    Kalau tidak mau repot dengan Windows, handheld ini punya Xbox Mode yang mengganti Win 11 dengan UI yang lebih sederhana. Saya lebih suka modus ini karena mengurangi lipatan menu, walaupun masih ada beberapa.

    Performa

    Bintang utama di Claw 8 EX adalah prosesor Intel Arc G3. Chip ini bagian dari jajaran Arc G-Series anyar Intel, yang dioptimalkan untuk handheld gaming. Di bagian ini, perangkat MSI dapat nilai bagus. Performanya luar biasa. Ini dia beberapa game dan pengalaman saya:

  • Remnant II dan Final Fantasy VII Rebirth jalannya jauh lebih lancar dari perkiraan saya. Ternyata tidak ada masalah performa.
  • Civilization VI juga berjalan baik. Prosesornya bisa menghandle peta besar dan banyak unit di layar. Namun, kontrol handheld dan layar sentuh untuk game ini terasa canggung. Saran saya, pakai mouse.
  • Monster Hunter Wilds sebagai game berat, saya menemukan sedikit masalah. Tapi setelah beberapa pengaturan, saya bisa main dengan lancar walau kualitas resolusinya tidak maksimal.
  • Hades 2 mainnya sangat mulus.
  • Spyro Reignited Trilogy juga indah, setelah saya turunkan resolusinya ke Full HD.

    Sebagai PC, Claw 8 EX baik-baik saja. Saat saya pakai sebagai komputer Windows, internet terasa mulus, aplikasi terbuka cepat, dan performanya stabil. Performa yang konsisten ini berkat sistem pendingin Cooler Boost HyperFlow. Sistem ini menarik udara dingin dan mengeluarkan udara panas ke belakang. Hawa panas hanya terasa saat kita meletakkan tangan langsung di panel belakang atau lubang angin, tidak sampai ke pegangan tangan.

    Keunggulan lain prosesor Intel Arc G3 adalah penggunaan energi. Saat main Civilization 6 selama sekitar empat jam, baterai baru turun ke 50%. Bandingkan dengan Lenovo Legion Go S, handheld lain yang saya suka, main Hades 2 (game ringan) hanya bisa bertahan sekitar satu jam. Jadi daya tahan baterai MSI ini unggul.

    Saran Pembelian dari ZDNET

    Saat ini, MSI Claw 8 EX AI+ belum ada stok. MSI bilang beberapa ratus unit akan tersedia di jalan beli 3 Juli 2021 di Micro Center, Best Buy, dan Toko AS mereka nya. Kapan beberapa penjelasan pengingat pada tahun 328 awal agust Cak ram Ke mana saja.

    Pas terdigit <merchant[1 digit

MEMBACA  Harga naik 2.2%, kurang dari yang diharapkan

Tinggalkan komentar