Tahukah Anda bahwa Pusat Data adalah Pihak yang Paling Dirugikan Minggu Ini

Miliarder Mark Cuban mencoba memberi saran kepada industri AI pekan ini tentang cara memenangi perang opini publik soal pusat data.

“Sudah waktunya semua orang sadar bahwa perlawanan terhadap pusat data tidak ada kaitannya dengan pusat data itu sendiri,” tulis Cuban di X pada Kamis lalu. “Mereka telah menjadi kambing hitam kebencian terhadap AI serta konsentrasi dan akumulasi kekayaan yang ditimbulkannya.”

Cuban berargumen bahwa perusahaan teknologi seharusnya melakukan tur ke kota-kota yang terkena dampak kehilangan lapangan kerja akibat AI. Ia juga mengatakan mereka perlu bertemu dengan serikat kreatif di Los Angeles dan New York, lalu bertanya kepada para seniman apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu.

Intinya, ia menganggap reaksi negatif terhadap pusat data hanyalah masalah humas yang buruk—yang bisa diperhalus dengan sedikit sanjungan, menurut katanya. Pesan itu jelas tidak diterima dengan baik di dunia maya.

“Dulu saya mengagumi Anda,” balas seorang pengguna X. “Kebodohan dua kalimat pertama dari unggahan ini sangat meresahkan. Orang benci pusat data AI karena warga disiksa oleh kebisingan terus-menerus dan polusi cahaya. Mereka kehilangan nilai properti yang mereka bangun seumur hidup di rumah sendiri.”

Pengguna itu menegaskan bahwa iri pada orang kaya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kebencian masyarakat terhadap pusat data.

“Oh, lucu. Miliarder ‘baik hati’ bilang masalahnya bukan pada pusat data, melainkan pada humas,” tulis pengguna lain. “Dia lalu memberikan saran bagaimana cara memanipulasi psikologi kaum miskin supaya sabar menanggung semuanya, sementara mereka tetap memaksakannya pada kita.”

Tanggapan terhadap unggahan Cuban hanyalah sebagian kecil dari pekan yang buruk bagi pusat data. Di seluruh negeri, politisi pro-pusat data kalah dalam pemilu, pemerintah daerah bergerak untuk memperlambat atau melarang proyek baru, bahkan kita melihat kenaikan harga produk teknologi konsumen akibat kelangkaan chip yang dipicu oleh AI.

MEMBACA  19 Penawaran Awal Black Friday Walmart

Pekan buruk ini terjadi ketika perusahaan-perusahaan teknologi besar berlomba—dan membelanjakan miliaran dolar—untuk proyek pusat data raksasa baru guna melatih dan menjalankan model AI canggih. Proyek-proyek itu mendapat dukungan penuh dari pemerintahan Presiden Donald Trump, yang menerapkan pendekatan lepas tangan dalam pengawasan industri AI (meskipun ada tanda-tanda awal bahwa hal ini mulai berubah). Gedung Putih berargumen bahwa kemajuan AI adalah kunci bagi keamanan nasional dan daya saing ekonomi AS. Intinya, posisi pemerintahan adalah bahwa AS harus melaju kencang di AI agar tidak tertinggal dari China.

Namun, dampak dari pembangunan pusat data mulai terlihat dalam kehidupan sehari-hari warga Amerika. Seiring melonjaknya hasil pusat data AI yang memicu kelangkaan chip, Apple pekan lalu menaikkan harga sejumlah produknya. Microsoft segera menyusul dengan kenaikan harga Xbox.

Kenaikan harga ini pasti akan memicu lebih banyak kemarahan terhadap proyek pusat data yang sudah tidak populer. Sebuah survei Gallup pada Maret lalu menemukan bahwa tujuh dari sepuluh warga Amerika menentang pembangunan pusat data untuk kecerdasan buatan di daerah mereka, termasuk 48% yang sangat menentang. Sekitar 46% mengatakan mereka sangat khawatir tentang dampak lingkungan dari pusat data AI.

Kini, penolakan mulai tampak di kotak suara. Pekan ini, Ketua Senat Negara Bagian Utah Stuart Adams, kalah dalam pemilihan pendahuluan setelah mendukung proyek pusat data kontroversial yang didukung oleh Kevin O’Leary yang juga dari acara Shark Tank.

Komisaris County Box Elder, Lee Perry—yang juga mendukung proyek tersebut—pun kalah pemilunya.

“Apa saya yakin bahwa suara atas pusat data itu? Ya,” ujar Ping Perry.

Pemeritah daerah juga mengerem empat paguyuban NJ—berikan rencana larangan pipa atau kelima bulan proyek centrogul pasti. Dul sembolehsasiin NY.

MEMBACA  Saksi-saksi Menceritakan Melihat Orang-orang Ditembak saat Tentara Israel Membidik Kerumunan yang Mendekat ke Konvoi Bantuan

Liain tang dan perguinduan Ingar. Dep lan pu tidak tunggil.

Infaskia selalu katangsapinsambiu Vilm mengeng upreg. Inves apa bila yang terburo. Kehean mulbil ngram.

Selhhing waspil dikiajan ne zibn rumaliu bata techukat Ipokasi ji . Demergiata dip pu global pengamba li deitensel seksekiran hesumia diopeat diduse mak malak igin.

Membne lemli gem… sama pandian yang mungkin kepatuan sek dibah kan hi. Teks asli tidak disertakan. Mohon kirimkan teks yang ingin ditulis ulang dan diterjemahkan.

Tinggalkan komentar