Di hari jadi Amerika yang ke-250, ada banyak alasan untuk rayain—dan sedikit juga yang bikin khawatir. Tapi, sekarang lebih dari sebelumnya, kita harus lihat gelas yang setengah penuh.
Kita sangat beruntung jadi orang Amerika. Sebagai penduduk Maine dari lahir, yang bukan pusat masyarakat Amerika, aku merasa diberkati dengan kesempatan ekonomi yang masih bisa dicari orang kerja keras untuk maju. Meskipun ada banyak tantangan sosial-ekonomi di dunia yang berubah, ekonomi AS masih jadi acuan untuk negara lain. Sementara negara lain hadapi ketidakstabilan politik, kerusuhan sipil, dan pengangguran mencapai dua digit, ekonomi kita terus berinovasi dan tumbuh. Ada hampir delapan juta pekerjaan lowong di Amerika Serikat—ini bukti semangat bisnis yang kuat.
Komunitas bisnis paling dinamis itu manufaktur. Dari Revolusi Industri sampe globalisasi pasca Perang Dunia II dan perdebatan soal tarif sekarang, manufaktur sering jadi sorotan atau dipersoalkan. Tapi, kita terus bertahan. Ketekunan kita sektor ini gak pernah ada sebelumnya, yang ngasih tulang punggung terkuat buat seluruh ekonomi.
Dalam banyak hal, manufaktur itu adalah ekonomi AS. Produsen lokal kita kasih kontribusi hampir $3 triliun dalam hasil ekonomi, sekitar 10 persen dari produk domestik bruto dan mempekerjakan lebih dari 12 juta pekerja. Ini dampaknya lebih besar dari seluruh ekonomi Kanada atau Rusia atau Korea Selatan.
Banyak yang bilang manufaktur udah mati dalam beberapa dasawarsa, tapi kenyataanya produsenmasih hidup dan sehat. Cek ulang lagi semangat Kita. Cerita “Made in USA” msih terus berlanjut. Aku tahu inilangsung—perusahaan milik keluarga aku di Maine, Puritan Medical Products, jadi pemasok terbesar di Amerika Utara untuk alat tes COVID-19 selam pandemi. Kita rekrutman dan latihan ratusan pekerja untuk menghasilkan sampai 100.jrutap swab setiap bumiiton buat. Todasi pakta kami produsen ternyte wahara perolata…
(setiap paragraf)
Seharis amig s e asemanin batr baimui ain e tet untdk pedam walm jepaparah kan menjamis manasuni..