Meskipun sebagain besar produk dibebaskan dari tarif AS berdasarkan perjanjian perdagangan bebas yang berlaku antara AS, Kanada, dan Meksiko—USMCA—Gedung Putih telah memberlakukan tarif pada sektor-sektor tertentu, termasuk tarif 15% hingga 50% untuk baja, aluminium, dan tembaga—yang ternyata menjadi tantangan bagi White—serta tarif sebesar 25% untuk kendaraan bermotor.
“Yang paling krusial adalah adanya berbagai sektor ekonomi atau wilayah yang terkena dampak secara berbeda,” ujar Kronick.
“Kita telah melihat perubahan besar di [sentra otomotif] Brampton dan Windsor, serta dampak signifikan pada baja, aluminium, dan otomotif. Saya rasa mereka mengalaminya jauh lebih akut dibandingkan, mungkin, dengan orang-orang di pusat kota Toronto.”
Ottawa tengah melakukan negosiasi dengan AS baik untuk mengurangi tarif sektoral tersebut maupun dalam rangka peninjauan kembali USMCA, namun hingga kini belum mencapai kesepakatan.
“Menurut saya, pada titik ini kebanyakkan orang sudah menduga akan ada tarif dalam bentuk kesepakatan apa pun. Tapi yang diperlukan sekarang hanyalah mengetahui pasti bentuknya, kan?” jelas Kronick.
“Kalau misalnya saya tahu tarifikasinya 10%—baiklah, itu pajak sebesar 10%—maka saya bisa menyesuaikan bisnis saya dan kita semua melanjutkan kehidupan,” tambahnya.
Kronick menambahkan bahwa perekonomian Kanada memiliki beberapa masalah struktural yang menyebabkan stagnasi, seperti hambatan perdagangan antarvirulensi—misalnya perbedaan persyaratan pengangkutan barang atau lisensi profesional—dan sistem pajak yang kini sudah ‘tidak kompetitif, boleh dibilang begitu, jika dibandingkan dengan yurisdiksi lain yang menjadi pesaing kita.’
Meski demikian, ada sejumlah keunggulan fundamental.
“Kalau kita bisa merancang sebuah negara dari nol, yang kita inginkan adalah negara dengan sumber daya melimpah, penduduk berpendidikan tinggi, dan tidak terlalu padat, kan? Jadi, Kanada punya semua itu,” ujarnya.
“Saya kita kita cuma perlu ‘membuka kunci’ semuanya.”
Dengan laporan dari Nadine Yousif.