Emas Bawa Grosir Australia Siap Hadapi Hukum “Pemerasan Harga”

Perusahaan supermarket besar di Australia bakal kena denda kalau mereka terlalu mahal ngasih harga ke pelanggan, gara-gara aturan baru tentang "price gouging" mulai minggu depan.

Mulai 1 Juli, aturan dari pemerintah federal ini bakal targetin retailer "sangat besar" yang omsetnya lebih dari AU$30 miliar ($20,7 miliar) per tahun.

sekarang, yang kena target cuma Coles sama Woolworths.

Untuk tahun fiskal 2025, Woolworths laporin omset grup AU$69,1 miliar, sementara Coles catat AU$44,3 miliar.

Komisi Persaingan Usaha dan Konsumen Australia (ACCI) bakal Police aturan baru ini, yang diumumin bulan Desember.

)Hukuman maksimal untuk setiap pelanggaran nanti ditentuin dari yang paling besar: $10 juta, tiga kali lipat untung yang diraih, icau 10% dari omset tahunan.

Aturannya juga gaset tau angka pasti soalberapa harga yang dianggap kelebihan untuk produk makanan.

ACC biasa evaluasi info harga supermarket bareng sama "kondisi yang penting," termasuk.

biaya supply produk ke konsumen, terus dia yang tintoin mana "margin yang waras" untuk nyebut produk punya harga kelewatan.

**Paham peng aplikasia enp, prioritasna difulus juga padfas prodak suptenasne "tekras wclalef"? kami suos Kuna" kontroller tu, jak sringu " pikkulan prioritas tidak ngatur untuk produceka. –

mere gitu?

MEMBACA  Bursa Saham Hari Ini: Dow Bidik Rekor Baru, Nvidia Siap Laporkan Laba

Tinggalkan komentar