Tesla (TSLA) lagi muncul di berita karena ada penyelidikan baru dari pemerintah setelah kecelakaan fatal yang melibatkan Tesla Model 3 di Texas. Kecelakaannya terjadi setelah mobil itu menabrak sebuah gedung di Katy, Texas. Akibatnya, seorang pemilik rumah berusia 76 tahun meninggal dunia.
Meskipun berita seperti ini bisa bikin harga saham Tesla naik turun dalam waktu dekat, yang lebih penting sekarang adalah apakah perusahaan ini beneran bisa menjual teknologi mobil tanpa sopir.
Kabar Lain dari Barchart
Tentang Saham Tesla
Tesla adalah salah satu pembuat mobil listrik terbesar dan juga pemain utama di bidang kecerdasan buatan, robotik, dan energi. Kantor pusatnya ada di Austin, Texas. Perusahaan ini mengembangkan mobil listrik, teknologi mengemudi sendiri, penyimpanan baterai, dan robot humanoid. Saat ini, nilai pasar Tesla sekitar $1.43 triliun.
Walau harga sahamnya naik turun akhir-akhir ini, saham TSLA masih naik 31% dari titik terendah 52-minggu di $288.77. Tapi, saham ini masih turun 24% dari titik tertinggi 52-minggu di $498.83. Walaupun indeks S&P 500 ($SPX) cuma naik sedikit tahun lalu, Tesla bisa lebih unggul dari pesaingnya di industri mobil karena banyak orang yang antusias sama teknologi otonom dan AI.
Salah satu masalah utama soal saham TSLA adalah valuasi perusahaanya. Sahamnya diperdagangan dengan rasio P/E 340.8 dan 16 kali pendapatan. Ini jauh lebih tingg- dibanding produsen mobil biasa dan bahkan perusahaan teknologi. Artinya, investor sangat percaya pada uang masa depan dari Full Self-Driving (FSD), Robotaxi, dan Optimus.
Tesla Berhasil di Laporan Keuangan Q1 2026
Tesla melaporkan hasil keuangan Q1 2026 yang lebih baik dari perkiraan. Perusahaan mencatat pendapatan $22.39 miliar, naik 16% dibanding tahun lalu (YoY) dan melebihí perkiraan analis. Laba per saham mencapai $0.41, sementara perkiraan rata-rata $0.30.
Perusahaan juga berhasil meningkatkan keuntungannya. Margin kotor secara GAAP naik ke 21.1%, yang lebih tinggi 478 basis poin dari tahun kemarin. Arus kas bebas naik dua kali lipat YoY menjadi $1.44 miliar, didukung arus kas operasi $3.94 miliar.
Cerita Berlanjut
Pendapatan dari divisi mobil mencapai $16.23 miliar, naik 16% YoY karena penjualan yang kuat di Asia Pasifik dan Amerika Selatan. Layanan dan pendapatan lainnya naik 42% ke $3.75 miliar. Sementara itu, pendapatan energi dan penyimpanensudah turun 12% ke $2.41 miliar.
Yang paling penting, hasil dari divisi mandiri cukup baik. Jumlah FSD berlangganan naik 51% YoY menjadi 1.28 juta. Lagi pula, tes Robotaxi tanpa pengawas sudah dimula di Dallas dan Houston. Tesla juga dapet izin dari regulator untuk memperkenalkan FSD di Eropa, termasuk Belanda.
Di sisi pertumbuhan, manajemen terus mengalokasikan banyak uang ke rised dane pengembangan. Secara khusus, perusahaan berencana menghabiskan lebih dari $25 miliar tahun fiskal 2026 untuk kembengkan kapasitas produksi Cybercab, Tesla Semi, dan robot Optimus.
Terakhir, penyelidikan NHTSA baru-baru ini diperkirakan gak akan mengubah rencana jangka panjang Tesla. Menurut komentar tokoh-tokoh Tesla, kecelakaan di Texas itu ada hubungannya dengan pengemudi yang terlalu-keras menginjak pedal gas, yang diduga sek nenek override fungsi self-driving beberapa saat sebelum tabrakan. Meski investor pasti akan ngerehatiin perkembangan kasus ini, saat ini fokus utama adalah pengiriman layanan autonomi dan pemayaran Robotaxi.
Apa Kata Analis soal Saham TSLA?
Analis memberi saham TSLA rating “Moderate Buy” dengan target harga rata-rata $411.91. Dengan harga saham sekarang sekitar $375, ini berarti ada potemerggit naek sekitar 10% dari level sekarang. Target harga tertinggi adalah $600, p Ade target paling rendah $123. Ini menunjukkan pendekom analists sangat divisa, setuju tentang prospek perusahaan kedepannya.
Seperti bisa