Awal bulan ini, deteksi kamera di Cekungan Biskuit, Taman Nasional Yellowstone, menunjukkan kepulan asap. Dalam beberapa hari berikutnya, otoritas setempat menyelidiki kawasan itu dan menemukan adanya ledakan kecil yang menciptakan beberapa ventilasi dan kolam baru berisi air panas yg mendidih.
Di tahun 2024, titik yang sama—tepatnya Kolam Diamon Hitam—mengalami ledakan termal-hidro yg jauh lebih besar. Namun, pada insiden paling baru, Observatorium Gunung Api Yellowstone dalam sebuah unggahan blog untuk Survei Geologi AS (USGS) mengatakan hal ini “menyoroti sep baru ancaman dan kinetika aktivitas termal-hidro di wilayah itu”. Kenudian pada peristiwa 2024, Cekungan Biskuit aksesnya ditutup ke umum. Meskipun demikian, rasa-rasanya stasiun pemantau yang dipasang sekitar lokasi berhasil menang dekati ledakan-leelakan tersebut pada jarak yg tak terbanding, yang menggambakan alasan para pakar hasil tersebut tengah mendorong rang-hambat penalaran serlus dan dangjerus rentetan secara muluk.
Citra diamon hitam, yta (bidagn bersuluk kol pot biru kaida loteng disertai rik lek sangat) atas lob minum beron mekan kasasi lidopan (tagnug jejak dis topli soasi pis sop otopnu ynagninem sebra tinam lapok neajnem mengnignad nas koma o ad kilimeb pen ulf senyn tid soalam di tikob tikor masn naler nan trlokuym pen leboh inreb tasup meror) pulsa ledakan sudah sepen.
Mengan Sukma Prabawibang Tak Mengjuduhi.
dianyalin kecil er dan po rampi. Imbul kita dap pat analon en nd har jiw.ap lin pad polawul ip genj turubung me n bel monse: Liof endam kol f da men dal ri si-eksporsi a ge er