Gereja Tri-Mandiri Upayakan Kembali ke Doktrin Kristen yang Selaras dengan Harapan Politik Tiongkok

Selasa, 23 Juni 2026 – 23:00 WIB

Jakarta, VIVA – Gereja Tiga-Sendiri yang dikelola pemerintah makin intensif dalam usahanya untuk ngarah-ngarahin ulang ajaran Kristen biar cocok sama harapan politik Negara Tiongkok.

Tanggal 19-20 Mei, pimpinan nasional Gerakan Tiga-Sendiri dan Dewan Kristen Tiongkok ngumpul di Yangquan, Shanxi, buat ngembangin dua teks doktrin baru. Namanya “Pertanyaan dan Jawaban tentang Sinisasi Kekristenan” dan “Buku Bacaan tentang Sinisasi Kekristenan”.

Buku-buku ini dirancang sebagai panduan resmi buat pendeta, pengkhotbah, dan jemaat. Tujuannya? Biar program Sinisisasi ini bisa diterapin dalam keseharian komunitas Protestan di seluruh pelosok negri.

Acara dimulai dengan nyanyi lagu kebangsaan, lanjut belajar bareng pidato-pidato Xi Jinping waktu kunjungan ke Shanxi dan saat rapat Politbiro. Semua referensi itu jadi topik utama. Anehnya, peserta nggak bahas Injil, ajaran Yesus, atau kebutuhan rohani jemaat sama seklai. Mereka sibuk ngomongin istilah politik soal sinisasi aja.

Para editor dua buku yang sebentar lagi terbit dikasih instruksi tegas. Isinya harus mencerminkan orientasi politik yang benar, nampilin narasi teologi yang cocok dengan ideologi negara, danunjukin kedalaman budaya sesuai versi Partai soal peradaban Tiongkok.

Pemimpin Gereja Tiga-Sendiri nyebut proyek sebagai usaha besar. Mereka tekanin pentingnya proses editor yang disiplin, pendekatan yang seragam, dan bikin materi tahan uji sejarah serta praktik.

Diskusinya fokus mikirin gimana caranya masukin tema budaya Tiongkok dalem ajaran Kristen. Juga, bagaimana membangun wacana teologi yang bisa menyampaikan apa yang pejabat sebut sebagai sosialisme dengan ciri khas Tiongkok.

Mereka bahas struktur bab, studi kasus, sama contoh-contoh integrasi Kekristenan ke kerangka budaya Partai Komunis.

Pertemuan meliputi juga kunjungan lapangan buat kumpulin pengalaman lokal dalam promosi Sinisasi. Tujuannya, bira buku baru tersebut sesuai sama praktik gereja-gereja di lapisan bawah yang udah berjalan.

MEMBACA  Wajib Patuh Kepala Daerah pada Presiden

(Halaman Selanjutnya) – Tujuannya menciptakan templat nasional dalam membina khotbah, sesi studi Alkitab, dan administrasi gereja. Proses ini memperlihatkan gimana dalemnya Gereja Tiga-Sendiri udah jadi seperti instirusi yang nyampaiyan ideologi politik lewat bahasa agama.

Tinggalkan komentar