Rumah Tangga 1 Tahun 3 Bulan Berakhir di Persidangan, Istri Pendeta Brian Siawarta Klaim Alami KDRT

PN Tangerang ngadain sidang cerai perdana antara Pendeta Brian Siawarta sama Rafaela Rahardja pada Selasa (23/6/2026). Rafaela, lewat pengacaranya, bilang kalo perceraian ini dipicu beberapa masalah, termasuk dugaan KDRT. Dia juga ngaku alami kekerasan fisik dan mental selama 1 tahun 3 bulan pernikahan, kayak perlakuan kasar dan sikap tempramen dari suaminya. Dalam gugatannya, Rafaela minta hak asuh anak dan nafkah, tapi pihaknya belum berencana lapor polisi soal KDRT.

Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG – Pengadilan Negeri Tangerang menggelar sidang cerai perdana Pendeta Brian Siawarta dan Rafaela Rahardja, Selasa (23/6/2016). Di sidang itu, Rafaela dateng ditemenin kuasa hukumnya, Finandita.

Usai sidang, istri Brian ini ngungkapin alasan dia mutusin buat gugat cerai. "Ada beberapa masalah yang udah gak bisa diperbaiki lagi. Salah satu isunya adalah KDRT dan beberapa isu lainnya," kata Finandita. Rafaela ngeiyain kalo dia ngalamin KDRT yang diduga dilakukan Brian selama nikah satu tahun tiga bulan. "(KDRT) secara mental nd fisik," ucap Rafaela singkat.

Rafaela gak mau jelasin detail bentuk KDRT yang dia alamin, yang katanya dilakukan pendeta Brian. "Contohnya, mungkin tidur pake kemeja, dia marah. Terus dia paksa aku, ditarik, dijambak. Masalah sepele aja dia marah besar dan tempramen," jelasnya. "Kita udah pisah rumah sejak Maret 2026. Komunikasi gak ada, semua kontak udah diblok," tambahnya.

Awalnya Rafaela mau bertahan, tapi karena anaknya yang umur hampir sembilan bulan udah ngertiin apa yang dia rasain, dia milih buat ngakhirin pernikahan. "Jadi saya memutuskan gugat cerai," ucapnya kembali. Diposkannya, Rafaela minta hak asuh anak dan jugak nuntut nafkah.

MEMBACA  Bukan Cuma Nikel: Produk Baja Olahan Indonesia Mulai Menembus Pasar Ekspor

Tinggalkan komentar