Senin, 22 Juni 2026 – 03:00 WIB
VIVA – Menjelang laga kedua Grup J Piala Dunia 2026, sorotan dunia lagi-lagi tertuju pada sosok Lionel Messi. Kapten Argentina itu berpeluang mencatat sejarah baru saat timnya menghadapi Austria pada Selasa, 23 Juni 2026 pukul 00.00 WIB. Pertandingan yang digelar dalam suasana persaingan ketat fase grup ini bukan cuma soal tiga poin, tetapi juga momen buat Messi untuk ukir rekor yang udah bertahan puluhan tahun.
Lagi-trending: Belgia Vs Iran, Simak Susunan Pemain, Cara Nonton Gratis dan Link Live Streaming!
Messi datang ke laga ini dengan percaya diri tinggi setelah tampil luar biasa di pertandingan pembuka. Saat itu, dia mencetak hat-trick yang menyamai torehan 16 gol sepanjang sejarah Piala Dunia, rekor yang sebelumnya dipegang legenda Jerman Miroslav Klose. Pencapaian ini bikin Messi berada di ambang sejarah baru: tinggal satu gol lagi untuk berdiri sendirian di puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen ini.
Situasi ini bikin duel lawan Austria jadi lebih dari sekedar pertandingan grup. Setiap sentuhan bola Messi bakal jadi pusat perhatian, mengingat peluang besar buat ngalahin rekor yang selama ini dianggap susah disentuh. Dalam konteks turnamen sebesar Piala Dunia, tekanan sekaligus ekspektasi publik global terhadap dirinya pasti meningkat drastis.
Topik populer: Amerika Serikat Didiskualifikasi dari Piala Dunia 2026, Gelandang Turki Nama Betawi Tak Bisa Bela Indonesia
Di sisi lain, tim nasional Argentina tetap nunjukin status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara. Di bawah arahan Lionel Scaloni, skuad juara bertahan ini masih ngandalin fondasi pemain inti kaya Emiliano Martinez, Rodrigo De Paul, sampe Julian Alvarez. Kombinasi pengalaman dan energi pemain muda kayak Nico Paz dan Thiago Almada bikin Argentina tetap solid di berbagai lini.
Namun, Austria bukan lawan yang bisa dianggep remeh. Tim nasional Austria datang dengan modal positif setelah kemenangan meyakinkan di laga pembuka. Di bawah kendali Ralf Rangnick, tim ini menunjukan organisasi permainan yang rapi serta transisi cepat yang sering bikin lawan kerepotan.
Nama-nama seperti David Alaba, Marcel Sabitzer, Konrad Laimer, hingga Marko Arnautovic jadi tulang punggung kekuatan Austria. Mereka bukan cuma bawa pengalaman di level tertinggi Eropa, tapi juga ambisi besar buat ganggu dominasi Argentina di fase grup.
Ke halaman selanjutnya: Meski begitu, fokus utama publik tetap nggak bergeser dari Messi. Di usianya yang udah masuk fase akhir karier, setiap pertandingan Piala Dunia diyakini bisa jadi panggung sejarah terakhirnya di level tertinggi. Karena itu, peluang buat ngelewatin rekor Klose bakal jadi salah satu momen paling dinantikan dalam turnamen ini.