Tom Llamas dari NBC naik dari magang berusia 15 tahun ke kursi penyiar utama—dan masih belum puas

Sebagai wajah dari NBC Nightly News, Tom Llamas udah mencapai pencapaian yang banyak jurnalis impikan sepanjang karir mereka: menjadi pembawa acara utama di salah satu program berita malam terkemuka di Amerika.

Umurnya baru 46 tahun, dia mengikuti jejak para legenda seperti Walter Cronkite, Tom Brokaw, dan Lester Holt—yang posisinya dia gantiin tahun lalu. Tapi peran ini sekarang jauh berbeda dari jaman mereka dulu, karena berita TV tradisional harus bersaing buat tetap relevan di tengah lanskap media yang semakin terpecah-pecah. Namun buat Llamas, pencapaian puncak karir ini terasa bukan seperti garis finish—tapi lebih seperti tantangan baru yang harus dihadapi.

“Saya rasa begitu kita merasa nyaman, permainan selesai,” kata Llamas ke Fortune. “Saya juga memang bukan tipe orang seperti itu. Kalau lo bisa wawancara 50 orang yang kenal saya, mereka bakal bilang saya gak pernah puas.”

Pola pikir itu yang nentuin tahun pertamanya memimpin salah satu merek berita paling terkenal di televisi. Llamas udah membawa acaranya jauh dari kantor pusat di New York, meliput dari Beijing, Yerusalem, sampai kampung halamannya di Miami. Dia udah mewawancarai Presiden Donald Trump dan bintang sepak bola Lionel Messi—sambil bersaing di pertarungan rating yang terus berubah. Nightly News biasanya ditonton sekitar 6 juta pemirsa, dibanding ABC yang sekitar 7 juta dan CBS sekitar 3,8 juta.

Meskipun kamera udah mati, Llamas tetap fokus sama apa yang bakal datang. Daripada berlama-lama soal siaran yang sukses, dia malah habisin waktu buat ngebedah apa yang bisa diperbaiki—nyari cara buat mempertajam jurnalisme dan lebih terhubung sama penonton yang perhatiannya makin terbagi di berbagai platform.

MEMBACA  Opsi Jual Tesla Masih Menarik bagi Penjual Singkat Jelang Laporan Laba Rugi Pekan Depan

"Saya sangat percaya, kalo lo gak bertumbuh, lo mati," kata Llamas, nambahin bahwa setiap hari dia mikirin perbaikan: "Apa saya udah nonton acara kemarin? Gimana caranya saya bisa lebih baik? Gimana acaranya bisa lebih baik? Gimana caranya saya bantu ceritanya jadi lebih baik?"

Rahasia sukses karir bukan jadi orang paling pintar di ruangan, kata Tom Llamas dari NBC—tapi kerja keras

Llamas, anak dari pengungsi Kuba, udah habisin puluhan tahun buat sampe ke titik ini. Besar di Miami, dia dikelilingi koran dan berita TV. Keluarganya rutin baca The Miami Herald, dan umur 15 tahun dia dapet magang gratis di stasiun Telemundo lokal. Gak butuh waktu lama buat dia sadar kalo ruang redaksi adalah tempatnya.

“Saya kerja gratis, tapi itu seru banget,” kata Llamas. “Musim panas saya kerja di ruang redaksi—saya belajar kalo saya suka itu, itu pekerjaan yang bagus, setiap hari selalu baru.”

Yang bikin dia ketagihan adalah ketidakpastiannya—dan tanggung jawabnya. Jurnalisme sering berarti ketemu orang di hari-hari terburuk hidup mereka, entah itu liputan penembakan, bencana alam, atau perang. Buat Llamas, tantangannya jadi menyeimbangkan kepekaan dengan bercerita: bantu pemirsa mengerti momen-momen sulit tanpa melupakan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Setelah lulus dari Loyola University New Orleans tahun 2001 dengan gelar jurnalisme siaran, drama, dan pidato, Llamas perlahan naik pangkat di berita TV lokal Miami. Tahun 2009, dia udah siap buat liga terbesar—pindah ke New York buat gabung afiliasi lokal NBC. Lima tahun kemudian, dia pindah ke ABC News jadi koresponden, dan setahun kemudian jadi pembawa acara akhir pekan World News Tonight. Tahun 2021, dia balik ke NBC, dan tahun 2025, dia udah duduk di kursi pembawa acara NBC Nightly News.

MEMBACA  Putin memulai panggilan militer Rusia terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Melihat ke belakang, Llamas ngerasa keberhasilannya bukan karena bakat luar biasa tapi karena kegigihan, persiapan, dan kemauan buat memperjuangkan dirinya. Itu pelajaran yang sering dia bagiin ke pekerja muda yang lagi berusaha ngejalanin karir. Artinya ngerti gimana rekan kerja ngelihat lo, bangun hubungan dengan mentor, kerja sama dengan kolega, dan ngomong buat dapet kesempatan daripada nunggu-nunggu.

“Kalo lo gak minta, lo gak dapet. Kalo lo pengen sesuatu, minta aja,” kata Llamas. “Hal terburuk yang dibilang adalah tidak.”

Buat Gen Z yang takut kerja sama-am orang yang keliatan lebih pinter atau lebih berpengalaman, Llamas percaya sukses sering ditentuin sama sesuatu yang lebih sederhana: usaha.

“Lo gak harus jadi orang paling pintar di ruangan," kata Llamas. "Tapi kalo lo kerja paling keras, lo akan berhasil."

Bahkan dengan siklus berita yang gak ada habinya, Tom Llamas tetep fokus membuat niat antara kerja dan hidup

Gak kaya generasi pembawa acara berita malam sebelumnya, hari kerja Llamas gak berenti pas siaran 30 menit selesai. Sebaliknya, dia langsung beralih ke satu jam liputan lagi buat NBC News Now, saluran streaming perusahaan—stimin gimanajurnalisme udah berkembang di luar TV televoli dan jadi bisnis yang hampir 24 jam.

"Saya suka ngelakuin ini, tapi saya selalu bilang ke orang kalo saya 100% lebih sibuk dari tahun lalu," istilah Llamas.

Kecepatan yang makin tinggi buta penyesualam–gak cuma buat dia, soalnya bungaibu. Linglo dan ini meninja waktu katiga–tiatiga ibuse istabell priates.

  • Sori galat

Tinggalkan komentar