Pelatih Spanyol “Murka”— Lamine Yamal Dibandingkan dengan Messi dan Maradona, Inilah Sebabnya

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, kasih peringatan keras soal narasi yang makin santer tentang Lamine Yamal. Menurut dia, membandingkan wonderkid Barcelona itu dengan legenda seperti Lionel Messi dan Diego Maradona bisa jadi beban yang bikin perkembangan pemainnya terganggu.

Walaupun gitu, De la Fuente ngak kalau Yamal punya bakat yang sangat langka. Bahkan, dia nyebut pemain sayap ini masuk kategori “jenius”, setara dengan tokoh seni kayak Michelangelo atau Salvador Dalí.

Jelang laga Spanyol lawan Arab Saudi di Atlanta, sorotan ke Yamal makin besar. Abis main sebentar di laga pertama lawan Cape Verde, publik minta pemain 18 tahun itu diturunkan dari menit awal.

Tapi, De la Fuente tetap prioritaskan pendekatan hati-hati. Dia toktak perbandingan berlebihan yang diarahkan ke anak asuhnya.

“Ini bakal salah kalo dibandingin sama siapa aja,” uajar De la Fuente. “Dia baru 18 tahun, lagi dalem proses berkembang. Kita harus biarin dia jalanin jalannya sendiri.”

De la Fuente nambahin, pemain berbakat kayak Yamal emang keliatan istimewa, tapi perlu ruang buat berkembang tanpa tekanan.

“Mereka jenius, kayak Michelangelo. Yang keliatan luar biasa buat kita, buat merek a itu alami,” lanjut dia.

Yamal dateng ke turnamen dalem kodisi belum pulih abis cedera otot bulan April. Dia baru main 20 menit di laga pertama, dan bahkan ngaku lagi belom siap main penuh.

De la Fuentepun belum pastiin Yamal bakal jadi starter lawan Arab Saudi.

“Kami akhirn ya evaluasi. Yang penting dia disini dalem kondisi baik,” timpalnya. “Bisa main 50 menit atau 60 menit, tergandtung kebutuhan tim.”

MEMBACA  3 Orang yang Terancam Dicabut Kewarganegaraannya oleh Trump, Termasuk Salah Seorang Politikus Muslim

Tinggalkan komentar