Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan bahwa program Desa Wisata sudah memberikan hasil yang positif, baik dalam pengembangan desa lokal maupun peningkatan akivitas pariwisata dan ekonomi. Desa wisata adalah desa yang punya potensi daya tarik wisata, yang dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat desa setempat.
“Program pengembangan desa wisata dilaksanakan dengan intervensi yang terarah dan bertahap, disesuaikan dengan tingkat perkembangan masing-masing desa. Ini memastikan mereka bisa tumbuh secara berkelanjutan dan mencapai kemandirian,” ujarnya dalam rapat dengan DPR di Jakarta, Rabu.
Wardhana menjelaskan, dalam hal cakupan pengembangan, jumlah desa wisata yang terdaftar di platform Jaringan Desa Wisata (JADESTA) naik dari 6.148 desa di 2023 menjadi 6.262 di tahun 2024, atau tumbuh 1,85 persen.
Selain itu, kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik terus mengalami pertumbuhan di 50 desa wisata yang menerima Penghargaan Desa Wisata Indonesia 2024.
Dari 2022 ke 2023, kedatangan wisatawan tumbuh 14,93 persen, lalu diikuti pertumbuhan 44,81 persen pada 2024, sehingga total kunjungannya mencapai lebih dari 2,3 juta pada tahun itu.
Lonjakan aktivitas pariwisata ini suda mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat dari desa itu, yaitu 15 kecamatan.
Pendapatan pariwisata di 50 desa wisata tersebut naik dari Rp38,48 miliar di 2023 menjadi Rp46,05 miliar di 2024, atau meningkat 19,67 persen.
Pendapatan lalu naik lagi ke Rp59,60 miliar di tahun 2025, menandai pertumbuhan tahunan 29,41 persen.
Melihat dampak nyata ini, menteri inginkan bahwa peningkatan anggaran bukanlah ga cuma kebutuhan institusi, melainkan ivestasi vital untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di kawasan ini.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apreasiasi dan menekankan pentingnya dukungan dan sinergi dari semua pihak untuk mewejudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia.
“Kami berharaap sinergi antara pemerintah dan DPR dapat terus diperkuat untuk mendorong pariwisata Indonesia yang berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan semakin bersaing,” kata menteri itu.