Rabu, 17 Juni 2026 — 14:10 WIB
Jakarta, VIVA – Juru bicara PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam aksi mahasiswa yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Guntur menanggapi pernyataan dari aliansi Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Bersatu.
“Tuduhan yang ngait-ngaitkan aksi mahasiswa menolak MBG dengan PDI Perjuangan itu fitnah nggak berdasar, absurd, dan sudah mencederai integritas gerakan moral mahasiswa,” kata Guntur dalam keterangannya, Rabu, 17 Juni 2026.
Diketahui, jubir BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, mengindikasikan adanya keterlibatan aktor politik berupa logistik mewah, yaitu mobil SUV Fortuner yang dipakai pimpinan aksi, Tiyo Ardianto. Mobil itu diduga milik Siti Nuraeni, adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso. Nama Setyo lalu dikaitkan sebagai besan dari Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa yang merupakan tim pemenangan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Guntur lantas membedah satu per satu tuduhan tersebut. Pertama, soal kepemilikan mobil Fortuner.
“Menghubungkan kepemilikan mobil milik warga sipil (Siti Nuraeni), lalu ditarik ke hubungan saudara (Setyo Sularso), terus ditarik lagi ke hubungan besan (Andika Perkasa), untuk kemudian lompat ke kesimpulan bahwa PDIP ada di balik aksi mahasiswa, itu sesat pikir yang nyata,” jelasnya.
“Dalam realitas sosial dan politik, pilihan politik antara adik, kakak, atau besan belum tentu sama dan nggak bisa digeneralisir secara serampangan,” tambahnya.
Guntur melanjutkan, PDIP tidak pernah membiayai atau menugaskan pengurus dan kader untuk ikut campur dalam teknis gerakan mahasiswa.
“Menuduh setiap aksi kritis sebagai pesanan politik praktis adalah cara kuno untuk membungkam suara kritis dan merendahkan gerakan moral mahasiswa yang murni menyampaikan aspirasi rakyat,” ujar Guntur.
Lebih lanjut, Guntur mendesak BEM Bersatu untuk berhenti menyebarkan narasi manipulatif yang tidak didasarkan data valid.
“Berhentilah mengecilkan gerakan mahasiswa dengan tuduhan partisan yang murahan. Mari kita utamakan debat substansi dan adu gagasan yang sehat, jangan malah sibuk cari-cari kesalahan lewat cocokologi kepemilikan mobil yang sama sekali gak ada hubungannya dengan garis kebijakan partai,” pungkasnya.