Gugatan Baru Dituding, Antropik Menyesatkan Pengguna di Tengah Melonjaknya Biaya AI

Sebuah gugatan class action baru menuduh bahwa Anthropic telah menipu para pengguna yang membayar paling mahal.

Gugatan yang diajukan pada Senin lalu di Pengadilan Distrik Utara California dan pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal ini menyatakan bahwa Anthropic telah menyesatkan konsumen lewat pemasaran paket langganan Claude Max 5x dan Max 20x. Masing-masing paket tersebut dibanderol 100 dolar dan 200 dolar per bulan, yang seharusnya memberikan jatah token lima dan dua puluh kali lebih besar daripada langganan Claude Pro yang lebih murah. Namun, penggugat, seorang pengguna berbasis di Washington D.C. bernama Karl Kahn, berargumen bahwa batas yang sebenarnya tampak jauh lebih rendah, dan model penetapan harga Anthropic menyulitkan untuk memastikan secara tepat bagaimana serta di mana token-token para pngguna dihabiskan.

Gugatan tersebut juga mengklaim bahwa Anthropic mengirim surel kepada para pelanggan Max 5x dan Max 20x pada Juli tahun lalu yang merinci jatah token yang bisa mereka harapkan setiap pekan, dan ternyata jatah itu “jauh di bawah jumlah pemakaian yang diiklankan,” sebagaimana dikutip dari dokumen gugatan oleh WSJ. Anthropic menolak berkomentar terkait gugatan baru ini.

Biaya dan Keluhan

Tuduhan Khan ini menjadi yang terbaru dalam serangkaian keluhan tentang membengkaknya biaya penggunaan kecerdasan buatan (AI) model frontier. Perusahaan seperti Amazon dan Uber baru-baru ini mengambil langkah untuk membatasi penggunaan AI oleh para karyawan mereka, dengan alasan harga teknologi tersebut; CEO OpenAI, Sam Altman, bahkan menyebut beban finansial AI sebagai “masalah besar” yang dihadapi pelanggan korporat. Gugatan baru ini juga makin menggarisbawahi kompleksitas yang sering muncul saat mencoba menerjemahkan hal-hal samar seperti token dan jendela penggunaan menjadi nilai moneter yang konkret.

MEMBACA  Harga Emas Mencapai Tertinggi Baru Saat Investor Mencari Perlindungan Terhadap Inflasi yang Bertahan

Menjawab gelombang keluhan yang meningkat, pengembang seperti Anthropic dan OpenAI menghadapi tekanan untuk memangkas biaya bagi pengguna, walau biaya pelatihan model AI baru terus merangkak naik. Model open-source seperti DeepSeek pun kini kian populer seiring bisnis dan individu yang mulai terusir karena mahalnya harga model proprietary.

Model-model kini juga semakin rakus token seiring mereka menjadi semakin “agentic,” atau otonom. Meminta Claude menulis ulang surel kantor dengan nada profesional tak banyak menghabiskan jatah token. Namun, lain cerita untuk tugas-tugas kompleks dan berdurasi panjang, misalnya mendesain halaman muka situs web, yang memerlukan sejumlah rangkaian langkah, penyebaran sub-agen, dan daya komputasi lebih besar. Tak lama setelah debut Fable 5 dari Anthropic awal pekan lalu—model yang secara khusus dipuji karena kemampuan agentic-nya—sejumlah pengguna mulai mengeluh karena jendela penggunaan mereka habis jauh lebih cepat dibanding saat menggunakan model terdahulu.

Dulu si underdog dalam perlombaan AI, Anthropic kini baru saja melampaui OpenAI sebagai startup paling bernilai di dunia. Nama perusahaan ini juga melambung setelah perseteruan terbuka mereka dengan Departemen Perang AS soal penggunaan AI dalam sistem senjata otonom dan teknologi militer lainnya. Hari Jumat lalu, perusahaan itu pun diperintahkan pemerintah federal untuk memblokir akses terhadap Fable 5 (dan model lain bernama Mythos 5) bagi semua warga negara asing di AS dan luar negeri, akibat dugaan masalah keamanan siber.

Perspektif Keterjangkauan

Sementara itu, kompetitor Anthropic bergegas mengambil keuntungan dari keluhan atas mahalnya chatbot Claude.

Contohnya, pada konferensi pengembang Build edisi terbaru bulan ini, Microsoft meluncurkan model AI baru bernama MAI-Thinking-1 (dan enam model lainnya). Kepala divisi AI Microsoft, Mustafa Suleyman, mengatakan model ini berkinerja setara denagn Claude Opus 4.6 milik Anthropic dengan biaya lebih rendah. Kepada Bloomberg, Suleyman juga menyatakan bahwa “banyak orang tengah mencari alternatif seacara mendesak” terhadap model-model mahal Anthropic.

MEMBACA  Saya mengubah 10 pengaturan di ponsel Pixel saya untuk segera meningkatkan pengalaman pengguna.

Hal serupa nyaris dilakukan sOpenAI—yang bersama Anthropic diperkirakan akan melanjutkan rencana penawaran umum perdana tahun ini—yakni mulai memakai daya tarik harga sebagai strategi penjualan, sembari dikabarkan tengah mempertimbangkan pemangkasan besar pada harga token yang ada saat ini.

Tinggalkan komentar