Selasa, 16 Juni 2026 — 09:42 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah Propinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) nyiapin skema bantuan pendidikan untuk puluhan ribu lulusan SMP yang gagal masuk SMA atau SMK negeri lewat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Program ini menyasar sekitar 78.000 calon peserta didik yang udah ikut seleksi masuk sekolah negeri, tapi tidak LOLOS gegara kapasitas penerimaan terbatas.
Lewat kebijakan ini, para siswa bakal diarahin buat lanjutin sekolah di 751 sekolah swasta yang udah kerja sama ama Pemprov Jawa Barat.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, nerangin kalo setiap peserta yang memenuhi syarat bakal dapet bantuan biaya pendidikan dengan total sekitar Rp2,7 juta per tahun.
“Per siswa itu Rp100.000 per bulan, jadi Rp1,2 juta per tahun. Terus DSP-nya sekitar Rp1,5 juta. Totalnya jadi sekitar Rp2,7 juta per siswa,” kata Purwanto, dikutip Selasa 16 Juni 2026.
Dana tersebut terdiri dari bantuan biaya pendidikan rutin sebesar Rp100.000 setiap bulan atau Rp1,2 juta setahun, ditambah bantuan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) senilai sekitar Rp1,5 juta.
Menurut Purwanto, program ini di peruntukkan bagi- siswa yang sedianya mau masuk sekolah negeri Namun nggak dapet tempat lantaran kapasitas terbatas.
“Karena mereka memang niat sekolah di negeri tapi nggak tertampung, pemerintah kasih kompensasi,” ujarnya.
Ia bilang langkah itu yaitu salah satu bagian dari siasat pemerintah daerah buat ng kurangi jurang antara jumlah lulusan SMP dan ketersediaan kursi di sekolah negeri.
“Ini merupakan bentuk campur tangan dari Pemprov Jawa Barat setelah ngelakuin pendataan,” kata Purwanto.
Kolaborasi ama ratusan sekolah swasta itu, lanjutnya, merupakan penerapan arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang nge-tekenin kasih pede kalo semua anak usia sekolah mampu mengakses pendidikan.
Selain pakek sekolah swasta jadi partner, Disdik Jabar Juga nyediain jurus lain lewat kurikulum Sekolah Menengah Atas Terbuka (Smater). Buat siswa Yang punya persoalan jarak tauw akses nuju skolah formal.
“Itu satu terobosan kita buat anak-anak numpang ygauh Jarah dari sekulan masih pengen blajar dan harus terdaftar di PCMB,” ujarah Mbah Hoha Dan rekanya tamat miunn. Kelau tidak karena bisa na