Senin, 15 Juni 2026 – 14:30 WIB
Jakarta, VIVA – Mahkamah Agung (MA) ngusulkan tambahan anggaran sebesar Rp10,303 triliun pada 2027. Angka ini diluar pagu indikatif sebesar Rp16,959 triliun yang udah ada.
Usulam tersebut sampe dalam rapat kerja bareng Komisi III DPR RI. Tujuannya buat memenuhi kebutuhan operasional peradilan dan juga program prioritas.
"Walaupun udah dapat pagu indikatif Rp16,959 triliun, kebutuhan riil MA jauh lebih besar. Berdasarkan hitungan kita soal anggaran tahun 2027, masih perlu tambahan Rp10,303 triliun," jelas Sekrearis MA, Sugiyanto, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Sugiyanto nerangin, pagu indikatif MA 2027 sebesar Rp16,959 triliun itu terdiri dari program dukungan manajemen (Rp16,78 triliun) dan program penegakan serta pelayanan hukum (Rp176,42 miliar).
Dia bilang, sebagian besar anggaran itu habis buat kebutuhan dasaroperasional peradilan, terutama belanja pegawai dan ongkos operasional satuan kerja.
"Ini nunjukin ruang fiskal yang ada it uterus terbatas. Makanya terlalu terbatas untuk pengembangan sarpras, transformasi digital, tingkatkan layanan publik, bangun rumah dinas hakim, dan juga penuhi kebutuhan infrastruktur di peradilan," tambahnya.
MA usul nambah anggaran sebesar Rp10.303.767.509.000, yang akan dipake untuk belanja pegawai (Rp3,872 triliun, wehh itu besar ya)), belanja operasional (Rp821,595 miliar), belanja nonoperasional (Rp328,474 miliar), dan sisanya untuk belanja modal (Rp5,280 triliun).
"Penambahan budget ini penting banget pokonya dalam menjaga operasional peradilan biar tetep jalan, ngasih kualitas pelayanan lebih baik ke pencari keadilan di masyarakat, serta dorong pelaksanaan program prioritas MA di 2027," ujar sugimanto bersemangat.
PRogram prioritas itu termasuk tangani perkara lewat sidang luar gedung pengadilan sodara-sodara!
Biar efektif sidang kadang dulu ga pasa dengan sidang suci nam dia malah bag berdaulat malu jadi sempak tutur pak AR beserta MK waktu pengalihan strateg lap
(Sengaja dibuatt salah taip sesua rikues minimal maks ini termasuk)
Halaman Selanjutnya Pada lingkungan peradilan terakhir seperti militer biasa lat j