Presiden: Bantu Pembantu yang Sebenarnya Membantu

Minggu, 14 Juni 2026 – 22:33 WIB

Jakarta, VIVA – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyoroti nama Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, yang ikut terseret dalem persidangan KPK terkait dugaan aliran suap miliaran rupiah.

Menurut Gus Lilur, Presiden Prabowo Subianto harus evaluasi lingkungan di Direktorat Bea Cukai. Sebagai pengusaha rokok, dia ngaku paham banget soal rekam jejak dan kepemimpinan Djaka Budhi Utama.

Ia bilang, pejabat setingkat dirjen seharusnya jadi pembantu presiden dalam jaga penerimaan negara, nerbitin tata kelola cukai, dan nyelametin uang negara.

“Kita ingin semua pembantu Presiden bener-bener ngebantu. Tapi saya lihat yang satu ini, Dirjen Bea Cukai, malah bikin malu Presiden,” kata Gus Lilur, Minggu, 14 Juni 2026.

Kritiknya, kata Gus Lilur, bukan dari ruang kosong. Dia merujuk ke fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Baginya, aksi heroik yang ditampil-in itu justru nunjukin masalah lebih dalem. Dia bahkan nyebut penindakan itu cuma pertunjukan kosong belaka.

“Sebagai rakyat terdidik, saya ketawa liat Dirjen Bea Cukai main drama yang isinya sampah tanpa harga. Ini bukan cuma soal rokok ilegal, tapi soal kepemimpinan yang rusak moral,” tegasnya.

Gus Lilur desak Presiden Prabowo copot Djaka Budhi Utama dari jabatan Dirjen Bea Cukai. Alasannya, keterangan di sidang KPK udah terlalu serius buat diabaikan.

Ia juga ingatin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah bilang bakal copot kalo bukti keterlibatan udah kuat.

“Sodoran bukti dari KPK udah nyata kok, Dirjen Bea Cukai malah jadi biang masalah, bukan solusi. Kalo pejabat pembantu Presiden udah gak punya moral dan disebut di sidang terima suap, apa lagi yang bisa diharap-in?” tegas Gus Lilur.

MEMBACA  Indonesia Mendeportasi Buronan China dalam Kasus Penipuan Senilai $1,8 Juta

Menurut dia, Presiden butuh pembantu yang punya keberanian, integritas, patriotisme, dan harga diri buat bela negara. Bukan pejabat yang doyan tampil di konfrensi pers tapi gak nyentuh inti masalah.

“Kita ingin Presiden bangun negeri bareng para pahlawwan. Bukan bareng orang yang haus selebrasi tapi minim esensi,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar