Rabu, 10 Juni 2026 – 20:50 WIB
Jakarta, VIVA – Kementerian Agama (Kemenag) ngusulang alokasi dana sebesar Rp9,6 triliun dari Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2027 buat ningkatin kesejahteraan guru pendidikan agama dan keagamaan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar nerangin dalam Surat Bersama Pagu Indikatif (SBPI) TA 2027, Kemenag fokus alokasi dana ke dua klaster utama, yaitu Pendidikan dan Pengurangan Kemiskinan lewat Program Kesejahteraan Rakyat (PRO-KESRA) Bantuan Sosial Terintegrasi.
“Pas nyusun Pagu Indikatif TA 2027 di aplikasi KRISNA-RENJA K/L, Kementerian Agama udah ngatur dukungan PKPN sebesar Rp19,08 triliun,” kata Menag waktu Rapat Kerja bareng Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Dari total anggaran prioritas nasional itu, porsi paling gede sebesar Rp9,6 triliun dikasih buat program Peningkatan Kesejahteraan Guru. Termasuk didalemnya insentif sama tunjangan profesi buat guru sama dosen非ASN, selaen itu tunjangan khusus guru di daerah 3T.
“Kebutuhan prioritas ini pada prinsipnya udah terpenuhi secara penuh biar kebijakan nasional bisa diterjemahin ke program yang konkret dan langsung berdampak buat masyarakat,” ujarnya.
Enggak cuman itu, Kemenag juga alokasiin Rp3,71 triliun buat nyalurin bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sama KIP Kuliah.
Rapat kerja itu diakhiri sama penandatangan hasil kesimpulan. Komisi VIII DPR RI nerima penjelasan soal Pagu Indikatif TA 2027 lengkap dengan usul tambahan anggaran yang diajukin.
Anggota dewan agendana bakal melakukan pemeriksaan lebih dalam bareng sama pejabat Eselon I Kemenag buat jagain akuntabilitas dan pastiin keperluan anggaran pelayanan umat ini beijalan secara adil. (Ant)