Nasional HUB Mobil Kapasitas 300.000 Kendaraan, Rencana Besar Industri Otomotif

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, pada hari Rabu meninjau perkembangan Proyek Mobil Nasional. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan pusat manufaktur otomotif dengan target kapasitas produksi 300.000 kendaraan per tahun.

Proyek yang berlokasi di Subang, Jawa Barat ini telah ditetapkan sebagai instalasi strategis nasional. Diharapkan, proyek ini dapat memperkuat basis industri Indonesia, mendukung pengembangan teknologi, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dalam kunjungannya, Sjafrie meninjau rencana fasilitas manufaktur, pusat rekayasa dan pengembangan kendaraan, fasilitas pengujian, serta infrastruktur pendukung lainnya yang termasuk dalam rencana induk proyek.

Sjafrie, yang didampingi oleh Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Tandyo B Revita dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Marsekal Muda Yusuf Jauhari, menyatakan bahwa industri manufaktur strategis memainkan peran penting dalam memperkuat kemandirian industri dan ketahanan ekonomi Indonesia.

“Kawasan Mobil Nasional adalah instalasi strategis dengan peran penting dalam memperkuat industri nasional, penguasaan teknologi, dan pengembangan ekosistem manufaktur yang terintegrasi,” ujar Sjafrie.

Pemerintah memperkirakan proyek ini akan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Subang dan daerah sekitarnya. Manfaat tersebut meliputi peningkatan aktivitas industri, perluasan rantai pasok lokal, dan tambahan investasi di sektor manufaktur.

Fasilitas ini diproyeksikan akan menciptakan sekitar 2.000 lapangan kerja bagi lulusan universitas dan tenaga teknis setelah beroperasi, menurut para pejabat.

Sjafrie mengatakan proyek ini juga akan membantu memperkuat kemampuan Indonesia dalam teknologi kendaraan listrik dan mendukung pengembangan keahlian domestik di bidang manufaktur otomotif canggih.

Dia mengajak para pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dan mempercepat implementasi proyek, sehingga manfaat ekonomi, teknologi, dan industrinya dapat segera terwujud.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit Santosa, mengatakan proyek ini akan dikembangkan dalam tiga fase antara tahun 2026 dan 2028, ditandai dengan fase pertama yang menargektan kapasitas produksi tahunan sebesar 50.000 kendaraan pada tahun 2028.

MEMBACA  Antoni menyoroti pentingnya Nol Kilometer Sabang

Rencana jangka panjangnya adalah memperluas kapasitas produksi menjadi 300.000 kendaraan per tahun sebagai bagian dari upaya Indonesia membangun industri otomotif domesik yang komprehensif.

Area pembangunan akan mencakup sekitar 539 hektare dan akan berfungsi sebagai ekosistem manufaktur otomotif terpadu. Ekosistem ini terdiri dari fasilitas produksi, perkantoran, pusat pengujian, fasilitas litbang, dan infrastruktur pendukung.

Pembangunan awal akan berfokus pada bagian lahan seluas 60 hektar yang didesain untuk mendukung produksi tahunan 50.000 kendaraan, sebelum kemudian diekspansi ke kapasitas operasional penuh.

Santosa mengatakan PT Pindad telah berinvestasi di sumber daya manusia selama beberapa tahun cadangan peralatan untuk mendukung proyek ini. Investasi tersebut meliputi tenaga perencana, insiyur, dan personel pelaksana yang dibutuhkan untuk pengembangan industri skala besar.

“Kami telah berinvestasi di sumber daya manusia untuk proyek nasional ini selama beberapa tahun cadangan peralatan,” kata Santosa. “(Mulai dari) para perencana, pelaksana, hingga personel level atas.”

Tinggalkan komentar