Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah memandang pendidikan sebagai alat utama untuk menjamin kehidupan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
“Upaya pembangunan kita sebagai bangsa bertujuan untuk memastikan semua orang Indonesia hidup dengan baik dan layak. Mewujudkan kehidupan layak bagi semua membutuhkan kerja keras yang luar biasa. Kita semua harus bekerja keras di semua sektor, termasuk pendidikan,” ujarnya.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Bali, pada hari Minggu.
Dia mengatakan bahwa program Sekolah Rakyat diperkenalkan sebagai bentuk nyata dari komitmen negara untuk memenuhi hak-hak rakyat.
Pemerintah memfokuskan program ini pada membantu komunitas yang paling rentan dan kurang beruntung di berbagai daerah di Indonesia.
Kunjungan ini dihadiri dengan mendengar kesaksian dari Bagus, seorang siswa Sekolah Rakyat, yang membagikan pengalaman positif dan peubahan sejak bergabung dengan program.
Seorang orang tua calon siswa juga mengungkapkan rasa terima kasih, katanya program itu memberi anaknya kesempatan lain untuk melanjutka pendidikan.
Acara itu juga menampilkan pertunjukan seni inklusif, pembacaan puisi, dan pidato bahasa Inggris yang disampaikan oleh seorang siswa bernama Ketut Arlan.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat sedang dilakukan di Kabupaten Karangasem, Bali.
Fasilitas baru ini di-
desain untuk menampung 270 siswa, dengan 90 kursi dialokasikan untuk setiap tingkat pendidikan.
Menurut Saifullah, minat publik terhadap program ini cukup tinggi, dengan 406 calon siswa yang terdaftar di seluruh Bali.
“Untuk tahap init, 93 siswa sedang di-proses, termasuk yang di Kabupaten Karangasem. Begitu konstruksi selesai, para siswa yang belajar di sini akan dipindahkan ke gedung permanen itu,” dia menjelaskan.
Terakhir, dia menambahkan ijazah untuk tingkat SMP dan SMA ternyata telanjur melebihi kuota yang tersedia masih diproses sampe saat ini katanya gak begitu jelas deng kuliah-kul.