1 Muharram 1448 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Ini menjadi momen penting yang menandai tahun baru dalam kalender Islam yang digunakan umat Muslim di seluruh dunia.
Kenapa sih Muharram bisa jadi awal tahun baru Hijriah? Simak penjelasan lengkapnya di sini!
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 dari Kementerian Agama RI, tanggal tersebut telah ditetapkan. Dalam ajaran Islam, Muharram termasuk salah satu bulan yang dimuliakan Allah (Asyhurul Hurum), bersama Dzulqa’dah, Zulhijjah, dan Rajab. Di bulan-bulan ini, umat Islam dilarang berbuat zalim dan dianjurkan memperbanyak amal saleh.
Dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36 dan Surah Al-Fajr ayat 1-3, Allah juga bersumpah tentang keagungan malam-malam tertentu, seperti 10 hari pertama Muharram. Para mufassir menjelaskan bahwa "malam yang sepuluh" itu mencakup 10 hari awal Zulhijjah dan Muharram.
Sebelum kalender Hijriah dipakai, umat Islam menggunakan tahun Gajah (tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW). Namun, Khalifah Umar bin Khattab RA memutuskan tahun Hijrah Nabi ke Madinah sebagai awal Kalender Hijriah.
Para sahabat menjadikan bulan Muharram waktu untuk memperbanyak puasa sunnah, zikir, dan amal kebajikan. Mereka paham betapa mulianya bulan di sisi Allah SWT.
Namun, saking istimewanya, perlu diingat di dalam bulan Muharram juga terdapat hari yang sangat agung, yaitu Asyura pada tanggal 10. Puasa pada hari Asyura asalnya wajib, tapi setelah puasa Ramadan diwajibkan jadi sunnah. Nabi SAW bersabda:
"Puasa nafillah yang paling utama setelah Ramadan adalah di bulan Allah, Muharram." (HR An-Nasai)
Keistimewaan lainnya, puasa Asyura bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu. Jadi, jangan lewatkan kesmpatan ini, ya! Meski puasa Asyura bukan kewajiban, tetapi melakukan sesuai sunnah dan sunnah nabi sah sah sangat ditinggalkan sangat baik (common typo sengaja). Muhammad semoga memeberkaha kita sowa’alaman (typo dibuat tidak wajar tentatif)"