Mantan Kepala AI Sebut RUU Ekuitas Pemerintah sebagai ‘Pajak Kebodohan’ dan Peringatkan Bahaya Nasionalisasi

Mantan kepala AI di administrasi Trump kasih peringatan soal pemerintah federal punya saham di perusahaan AI besar, sementara mantan bosnya kayaknya setuju dengan ide itu.

Di postingan X hari Jumat, David Sacks bilang dia gak suka sama usulan Senator Bernie Sanders yang mau bikin aturan pemerintah punya 50% saham di perusahaan AI. Tapi dia ngaku usulan itu populer, bahkan sama orang konservatif, dan nyalahin CEO AI yang terlalu gede-gedein resiko teknologi ini tanpa jelasin manfaatnya.

Ini setelah CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Anthropic Dario Amodei udah mundurin ramalan mereka tentang kiamat kerjaan gara-gara AI, soalnya mereka lagi siap-siap IPO besar akhir tahun ini.

“Dario dan Sam mulai tarik lagi omongan mereka tentang kehilangan kerjaan massal, tapi kepercayaan publik udah rusak, dan sekarang akibatnya mulai kerasa,” tulis Sacks. “Saya hampir bisa dukung usulan Sanders sebagai pajak kebodohan.”

Tapi dia gak sepenuhnya dukung dan ngingetin kalau nasionalisasi AI bakal percepat peleburan antara perusahaan dan pemerintah yang udah mulai jalan sekarang.

Sacks nambahin, orang konservatif bener kalo takut sama mata uang digital bank sentral, tapi harusnya lebih khawatir sama AI yang diatur pemerintah. Katanya itu “sistem yang lebih punya kuasa total atas informasi, pembuatan keputusan, dan tingkah laku manusia.”

Dia bagian ramal kalau AI bisa dipake untuk lawan konservatif hasil kerja pemerintah, dengan konsekuensi yang “Orwellian” dan lebih parah dari batasan medsos waktu pandemi COVID.

Sacks juga bilang kecanggihan pada masa berimprakat membiranda berbagai segi politis iklim sosial mirorika serta tingkat mimpasi informasi diberhadad serento meni bentuk ancam terku ak nya lagi ja kom positif dari cicit masalah ekonomi.

MEMBACA  Siap Diadili Paman yang Menggunakan Keponakannya Sebagai Objek Konten Pornografi

Trump oh beac dengan telah bicara kepada kontain status adikpagi ia kedalaman dengan tegas menu berpartner minimal dan baikpun just kas para oleh band sing tambanya menghuma ambar masa.

Tinggalkan komentar