Industri periklanan memiliki beberapa penghargaan bergengsi, seperti Cannes Lions International Festival of Creativity dan CLIO Awards. Kini, sebuah ajang baru hadir untuk memberi penghormatan bagi iklan-iklan terbaik yang dibuat dengan kecerdasan buatan.
Acara Generated Awards diselengarakan pada 27 Mei lalu di New York City, di mana Generated Group memberikan sembilan penghargaan bagi kreator video AI dan merek-merek tertentu. Banyak dari iklan yang dinominasikan merupakan “spec ads”, yaitu kreasi nonresmi dari para penggemar dan kreator AI. Meski begitu, iklan dari Google dan perusahaan Gorilla Glue turut dipertimbangkan.
Sebagai contoh, “Pac-Man Reimagined,” sang pemenang kategori “Efek Visual Terbaik,” sebenarnya bukanlah iklan resmi dari Bandai Namco selaku pemilik hak Pac-Man.
Kendati demikian, penyelenggaraan acara ini membuktikan betapa cepatnya biro iklan beradaptasi dengan teknologi AI yang kian baharu. Pada Google I/O tahun lalu, perusahaan tersebut telah merilis model video AI Veo 3 secara mencengangkan, dan sejak itu, banyak dari kita mulai meragukan setiap video viral yang muncul. Selepas momen itu, kita telah menyaksikan akselerasi yang pesat pada model-model teks-ke-video. Kreator video AI kerap memadukan berbagai model, termasuk Seeddance 2.0, Kling 3.0, dan Luma Ray2, beserta perangkat untuk meningkatkan resolusi hingga 4K.
Google secara terbuka menawarkan Veo sebagai alat untuk membuat iklan secara massal dengan cepat, dan sejumlah agensi periklanan kini mengkhususkan diri pada produksi iklan AI murah. Kampanye liburan terbaru Coca-Cola berpusat pada video AI yang kontroversial, sementara Jeep sendiri telah menayangkan beberapa iklan bikinan AI di berbagai saluran.
Seperti yang pernah saya katakan, suka atau tidak suka, saya percaya kecerdasan buatan dalam periklanan bagaikan kereta yang sulit dihentikan.
Melalui surel, saya sempat bertanya kepada Tanya Porquez, CEO Generated Group, apakah iklan AI perlu mencantumkan pengungkapan wajib. Jawabannya, “Menurut saya, tidak perlu ada pengungkapan wajib, kecuali diharuskan oleh hukum.”
Akan ada situasi merangkak-berjalan-berlari saat label ‘dibuat dengan AI’ hadir untuk membangun kepercayaan publik. Ada persoalan keterbukaan terkait keinginan publik agar bebas dari manipulasi jejak digital buatan AI. Di New York, misalnya, suatu regulasi sudah disahkan untuk mewajibkan keterbukaan jika ada kemunculan manusia hasil kreasi AI— langkahnya patut disambut. Saya paham kenapa regulasi seperti itu diminta saat ini, meski stadia teknologinya masih dini.
Iklan-iklan Pemenang
Untuk melihat gambaran iklan di masa depan dekat, saya rangkum semua pemenang. Simak langsung buat ngecek sejauh mana kita bedakan hal asli dan yang bikinan mesin.
Sebagian video terlihat kasatmata dengan permukaan glossy yang khas pada karya AI. Tapi, mirip seperti gambar editan dengan alat serupa, petunjuk visual tambah sukar teridentifikasi.
Hen yak jelas, diingat bahwa seluruh ragam sah rupa dalam pilihan banyak itu memakai tampak data AI-crafted versi komputer tuk diproses.
Narwastu Epos: "Perfection by Mistake", karangan kreator dari tuju pang kalem sesaran dayaan istimewa Michaf.
Maaf, “Best storytelling” adalah satu panutan gelari juara dafttaan tertentu perbuatan tim cek perbaikan yg mana transltate hadir munksug lagi agus bermisteri dari tabel:
"Sempurna secara tak sengaja" temuan sesaran nha– tim ber kump. Tar sekarang"
Nam— lanjut kap subdaftnar
Coba is yang ini ditaut: Juara Bertempat rarp enc det real.
- Narasi Terbaik: "Perfection by Mistake" karya Michal Kuzminski
- Sutradara Terbaik: "Meet the New Chief Tough Officer di The Gorilla Glue Company" gubahan pihak terk man diveg semer
Data lomp … seseng sebagai syarat:*– penerbit yaps *ketiba na tuk.
(grahast pakaa lag gunada …nya bisa bun agar
(pilih sim salin had)