Jakarta (ANTARA) –
Kementarian Ekonomi Kreatif menyatakan bahwa seni dan budaya memainkan peran pentng dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional, sekaligus membuka peluang bagi para pelaku budaya untuk menjangkau pasar global.
“Kita yakin bahwa budaya memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di tingkat nasional maupun global,” ujar Direktur Seni Rupa dan Pertunjukan Kemerekraf, Dadam Mahdar, dalam acara “Culture Beyond Borders: International Cultural Showcase” di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Sabtu.
Menurutnya, seni pertunjukan dan seni rupa dapat menjadi sarana promosi budaya Indonesia di kancah internasional sambil menghasilkan nilai ekonomi bagi pelaku budaya.
Ia mengatakan bahwa kegiatan pertukaran budaya seperti “Culture Beyond Borders” sangat penting karena dapat memperkuat hubungan antarnegara melalui diplomasi budaya.
“Di dunia yang semakin terhubung, budaya bukan sekadar identitas nasional, tetapi juga jembatan diplomasi, ruang dialog, dan sarana membangun saling pengima antar masyarakat global,” jelasnya.
Mahdar menambahkan bahwa pihaknya mendorong karya seni dan budaya Indonesia agar lebih dikenal secara global, sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi seniman dan pekerja budaya.
Ia juga menekankan kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan negara sahabat dinilai perlu untuk memperluas promosi budaya Indonesia di panggung internasional.
Sementara itu, Pendiri Belantara Budaya Indonesia, Diah Kusumawardani Wijayanti, mengatakan bahwa pelestarian budaya mampu menggerakan aktivitas ekonomi di berbagai sektor penunjang.
Ia memberi contoh bahwa pertunjukan budaya melibatkan penggunaan kebaya, kain tradisional, aksesoris, dan berbagai peralatan artisti yang menguntungkan para pengusaha di sektor budaya tersebut.
Artiwisata “Culture Beyond Borders: International Cultural Showcase” digelar untuk memperingati ulang tahun ke-13 Belantara Budaya Indonesia sekaligus merayakan 49 tahun Kota Jakarta. Ajang ini menampilkan pertunjukan budaya dari Indonesia dan sejumlah sahabat, termasuk Rusia, Pakistan, Thailand, Palestina, Turki, dan Jepang.