Awalna saya hampir saja bilang tidak.
Waktu publicist Alix Earle telepon, tanya apa dia bisa datang ke Harvard Business School—untuk ikut kelas saya, jadi bahan studi kasus, dan bicara depan mahasiswa paling pintar di bidang bisnis—pikiran pertama saya adalah menolak. Saya buka TikTok-nya. Saya liat orang bersenang-senang, kelihatan glamour, pergi ke pesta. Saya tutup telepon dan telpon anak-anak saya, mereka langsung jawab: “Yah, kamu mau dia ada di sana.”
Mereka bener, dan saya salah. Fakta bahwa saya salah itu sendiri adalah pelajaran yang perlu direnungin.
Setiap tahun, saya tanya mahasiswa di Harvard Business School dengan pertanyaan yang mirip-mirip: apa yang benar-benar diperlukan untuk jadi seorang founder? Banyak dari mereka jawab dengan “kenali pelanggan kamu.” Alix Earle, umur 25, bilang sesuatu di podcast saya, The Founder Mindset, yang terasa berbeda: Saya adalah pelanggannya. Mahasiswa saya ngerti konsep itu secara analitis. Dia ngerti secara dalam—dari tahun-tahun kulit wajah yang buruk, dari produk yang perih, dari merasa industri skincare pakai bahasa yang dibuat untuk menjauhkannya.
Itu bukan cara pandang yang remeh. Tolol, tapi serius. Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan orang ambisius saat mereka mulai ide baru adalah lebih percaya sama orang yang punya banyak kredensial, lebih tua, atau kewenagan institusi. Mereka kira, kalau ada sesuatu yang berguna, pasti sudah ada yang lebih expert yang kerjain. Yang saya lihat dari wirausaha betulan—dan saya lihat juga di Alix—adalah
kemampuan untuk melawan logika itu.
Tesla ada karena Elon Musk nggak percaya insinyur di GM yang akan bikin mobil listrik. Amazon oada karena Jeff Bezos ngagg
percaya Barnes & Noble bakal bisa kuasai internet. Para founder biasanya bayangkan dunia yang belum ada lalu tolak dan nggak mau ngalah oleh omongan orang.
Tapi ada hal lain yang Alix punya—saya rasa masih kurang di hargati banyak orang: buku dia bikin bukti kinrena tentang
kemampuann percaya sama penilaian diwactegap beras
situasi terteCilsisDia unggahdan video mentannya saking penginatanan peng bta he bahwa
tessegarah -bej pisi ak cialosssheha tepandial… diwarna oleh ketagwa? Sanglan phowtuD ketika Alix dirikan suatu Mere ks pun sat min nya. RealeActivelye hanya sebp merek kometsites. —Ta be
Un.