1.848 Perwira Polri Resmi Dikukuhkan, 90 Persen Disebarkan ke Polres dan Polda untuk Perkuat Pelayanan

Kamis, 4 Juni 2026 – 17:08 WIB

Sukabumi, VIVA – Sebanyak 1.848 Perwira Polri resmi dilantik dalam Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Polri Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 Tahun Anggaran 2026. Acara ini dipimpin Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Kamis 4 Juni 2026.

Jumlah perwira yang dilantik terdiri dari 1.798 lulusan SIP Angkatan ke-55 dan 50 lulusan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11.

Dibalik pelantikan tersebut, terkandung misi besar untuk memperkuat pelayanan Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Wakapolri mengungkapkan bahwa hampir 90 persen perwira baru akan kembali bertugas di Polda dan Polres guna mengisi kebutuhan jabatan yang prokok masih cukup besar di tingkat kewilayahan.

"Hampir 90 persen kembali ke Polda dan Polres karena masih banyak kebutuhan jabatan perwira, khususnya di tingkat Polres," ujar Dedi.

Menurutnya, sebagian besar perwira baru akan memperkuat fungsi Samapta dan layanan kepolisian yang menjadi garda terdepan dalam interaksi dengan publik. Mereka dituntut punya kemampuan quick response, berintegritas, dan mengedepankan pendekatan humanis di setiap pelayanan.

Mantan Kadiv Humas Polri ini menegaskan bahwa Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Hotline 110, Command Center, dan fungsi Samapta adalah muka depan Polri yang langsung mempebgaruhi persepsi masyarakat terhadap institusi.

"Dari interaksi di SPKT, layanan 110, maupun pelayanan kepolisian lain, citra Polri dibangun. Sebab itu, pelayanan publik harus jadi perhatian utama seluruh anggota Polri, terutama para perwira baru yang dilantik," katanya.

Sebagai bagian dari upaya perbaikan, Polri terus memperkuat ekosistem layanan cepat melalui optimalisasi Hotline 110, penguatan Command Center, perbaikan mutu SPKT, dan pemantapan fungsi Pamapta sebagai ujung tombak pelayanan warga.

MEMBACA  Kabinet Prabowo, Ujang: Banyak Ahli di Partai Zaken Pemerintahan

Dedi menjelaskan bahwa anu pelayanan publik merupakan fondasi Polri yang terus diperbaiki, yaitu dengan memanfaatkan teknologi informasi serta meningkatkan mutu sumber daya manusia.

"Pelayanan yang cepat, mudah, buka-bukaan hatinya, dan humanis musti jadi standar baru layanan kepolisian di seluruh daerah," tegasnya Dia juga mengingatkan kalau masyarakat masih banyak berharap kepada Polri, terutama kecepatan menjawab laporan, standar layanan umum, keadilan hukum, dan pengawasan yang lebih baik.

Tinggalkan komentar