Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Menjadi Agen Rahasia

Bill Pulte yang tidak pernah jadi agen rahasia dan ditunjuk sebagai Direktur Intelijen Nasional AS. Foto/X/@i24NEWS_EN

WASHINGTON – Presiden Donald Trump tunjuk Bill Pulte jadi pelaksana tugas Direktur Intelijen Nasional, dia akan gantiin Tulsi Gabbard sebagai kepala badan intelijen negara.

Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia

1. Tidak Punya Pengalaman Langsung di Bidang Intelijen
Melansir TIME, Pulte masuk ke peran ini tanpa pengalaman langsung di intelijen. Sekarang dia jabat sebagai Direktur Badan Keuangan Perumahan Federal (FHFA), yang ngawasin sistem keuangan perumahan AS. Tapi Pulte punya hubungan dekat sama Trump dan udah jadi sekutu yang bisa diandelin buat Presiden, setelah secara terbuka nyerang dan bantu mulai penyelidikan terhadap beberapa musuh politiknya.

Di unggahan Truth Social hari Selasa yang ngumumin pengangkatan Pulte, Trump bilang soal "pengalaman mendalam dia dalam ngelola masalah paling sensitif di Amerika, keamanan dan stabilitas Pasar, dan lebih dari 10 Triliun Dolar di Fannie Mae/Freddie Mac," yang merujuk ke dua perusahaan yang disponsori pemerintah buat dukung pasar hipotek AS, di mana Pulte jadi ketua. Pulte bakal tetap jadi ketua Fannie Mae dan Freddie Mac serta direktur FHFA selain bertindak sebagai direktur intelijen nasional.

2. Loyalis Trump
Pulte jadi kepala FHFA sejak Maret lalu. Sebelumnya, dia bikin perusahaan investasi sendiri dan duduk di dewan direksi PulteGroup, perusahaan konstruksi rumah yang didirikan kakeknya. Sebelum gabung ke Administrasi tahun lalu, dia dan istrinya kabarnya udah nyumbang sekitar USD1 juta buat kegiatan politik Trump.

Selama jadi direktur FHFA, Pulte udah beberapa kali ngajuin rujukan kriminal ke Departemen Kehakiman (DOJ) soal tuduhan penipuan hipotek terhadap lawan-lawan Trump, termasuk mantan anggota DPR Eric Swalwell dan Senator Adam Schiff, keduanya Demokrat dari California; Jaksa Agung New York Letitia James; Gubernur Dewan Federal Reserve Lisa Cook; dan Jaksa Wilayah Fulton County Fani Willis. Kelima orang itu udah ngebantah tuduhan tersebut.

MEMBACA  HBR: Hanya 6% Perusahaan yang Sepenuhnya Percayakan Proses Bisnis Inti pada Agen AI

Setelah Pulte ngajuin dua rujukan kriminal terhadap James pada bulan Maret, pengacaranya, Abbe D. Lowell, nuduh "Trump dan para pendukung politiknya" "nyalahgunain kekuasaan mereka buat ngelakuin balas dendam terhadapnya dengan nyoba-nyoba ngubah nama, ngajuin lagi, dan ngulang tuduhan yang gak berdasar."

Swalwell gugat Pulte pada bulan November, klaim bahwa dia pake kekuasaannya untuk "ngarang tuduhan penipuan hipotek yang gak masuk akal."

3. Dikritik Karena Bawa Agenda Politik
Ngangkat Pulte jadi kepala intelijen nasional sementara cepet banget dikritik beberapa anggota parlemen pada hari Selasa.

Senator Mark Warner dari Virginia, Demokrat unggulan di Komite Intelijen Senat, nyorot kurangnya "pengalaman keamanan nasional yang luas" yang dipersyaratkan undang-undang buat peran itu dan bilang bahwa dia "dipilih karena kesediaannya buat majuin agenda politik presiden daripada pengalamannya."

"Begitulah cara intelijen dipolitisasi, bagaimana fakta-fakta yang gak nyenengin ilang, bagaimana lembaga-lembaga yang tugasnya lindungin demokrasi kita malah jadi alat buat manipulasiinnya, dan gimana warga Amerika jadi lebih rentan pada serangan teroris," kata Warner. "Kelihatannya dia dipilih justru karena Gedung Putih percaya dia bakal ngasih narasi yang diinginin, bukan intelijen yang kita butuhin."

Tinggalkan komentar