Rabu, 3 Juni 2026 – 11:39 WIB
Jakarta, VIVA – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menargetkan penyederhanaan 44 entitas usaha PLN Group menjadi 23 entitas pada tahun 2028.
“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan jadi kunci biar PLN makin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” kata Dony dalam keterangannya, Rabu, 3 Juni 2026.
Dia menjelaskan, salah satu fokus utama dari target tersebut adalah mempercepat program streamlining PLN Group. Caranya lewat konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, dan penyederhanaan struktur usaha.
Perampingan dari 44 menjadi 23 entitas ini bertujuan ningkatin efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, dan menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus serta terintegrasi.
Dony ngaku, target ini jadi salah satu bahasan dalam pertemuannya dengan direksi PLN. Selain perampingan, mereka juga ngomongin realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan langkah penguatan sistem kelistrikan setelah gangguan yang terjadi di Sumatera.
PLN juga laporin perkembangan implementasi RUPTL 2025–2034 yang ngasih progres positif. Dari total proyek yang direncanakan, sekitar 1.634 proyek—hampir 40 persen—udah masuk tahap eksekusi.
Capaian ini nunjukin komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional, dari pembangkit, jaringan transmisi, sampe gardu induk, buat memenuhi kebutuhan energi yang naik terus.
Pembahasan juga nyorotin langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan pascagangguan di Sumatera. PLN terus evaluasi dan perkuat sistem biar pasokan listrik makin andal. Ada beberapa proyek strategis yang disiapin, kayak penguatan infrastruktur backbone kelistrikan Sumatera, pembangunan transmisi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, plus nambah kapasitas pembangkit di berbagai wilayah.
Lewat transformasi korporasi yang berkelanjutan, akselerasi RUPTL, dan penguatan sistem kelistrikan nasional, PLN diharapin makin siap jadi penyedia listrik nasional yang andal. Sekaligus dukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan agenda transisi energi Indonesia. (Ant).