Andrew Yang Menjalani Hari-hari Sebagai Calon Presiden (Sembari Merintis Bisnis Telepon Genggam)

Jadi, apa yang sedang dilakukan Andrew Yang sejak kegagalannya dalam pemilihan presiden AS dan walikota New York City? Seperti presiden kita saat ini, ia kini terjun ke bisnis telepon seluler.

Yang meluncurkan operator prabayar murah pada 2025, Noble Mobile, dan kini berekspansi dengan mengakusisi Helium Mobile.

Kedua perusahaan itu mengumumkan kesepakatan pada Selasa lalu, namun tidak merinci ketentuan transaksinya.

Noble dikenal karena paket ramah kantong sebesar $50 per bulan yang mencakup data tak terbatas dan jangkauan 5G melalui jaringan T-Mobile. Tapi yang membuatnya menonjol adalah pelanggan bisa mendapatkan imbalan hingga $20 setiap bulan jika mereka menggunakan kurang dari 20 gigabita data.

Gagasan utama perusahaan ini adalah bahwa di jaringan tradisional, orang kelebihan membayar untuk paket data yang tidak mereka gunakan sepenuhnnya. Noble menyebutnya sebagai “pajak data.” Di Noble, perusahaan mengklaim melakukan kebalikannya dengan membayar pelanggan agar mengurangi pemakaian ponsel.

Kini, Noble berkolaborasi dengan operator lain yang tak kalah unik, Helium Mobile. Helium menawarkan paket data dengan harga mulai $15 hingga $30 per bulan, mencakup akses 5G serta akses ke jaringan hotspot berbasis kripto miliknya. Jaringan Helium Mobile memberi imbalan berupa token kepada pemilik hotspot sebagai ganti penyediaan jangkauan pada jaringan. Kesepakatan ini akan memisahkan Helium Mobile dari Nova Labs, perusahaan induk yang perjalanannya—pendek sekaligus penuh kontroversi—sudah diwarnai perdebatan.

Helium Mobile telah mencatatkan hampir 600.000 pendaftaran sejak peluncurannya pada 2023, meskipun angka itu termasuk mereka yang mungkin sudah membatalkan paketnya. Sekarang, bisnis ini resmi bergabung di bawah naungan Noble Mobile.

Menurut Yang, tidak banyak yang berubah bagi pengguna Noble Mobile untuk saat ini. Meskipun pengguna suatu saat nanti akan mendapatkan akses ke Helium Network.

MEMBACA  MMS, Pengobatan Alternatif Populer, Beracun pada Dosis 'Terapi', Peringatkan Para Ilmuwan

“Yang berubah adalah bahwa Noble kini menjadi perusahaan yang jauh lebih besar. Lebih banyak anggota berarti lebih banyak daya tawar, lebih banyak sumber daya, dan lebih banyak kemampuan untuk membangun hal-hal yang sudah kami janjikan sejak hari pertama,” tulis Yang dalam pos blog terkait kesepakatan ini.

Helium, dalam pengumuman terpisahnya, juga menyampaikan tidak akan ada perubahan bagi pelanggan mereka dalam jangka pendek.

Namun, tidak semua orang menyambut baik pengumuman ini. “Jaringan ‘rakyat’ kini dimiliki satu orang, wkwkwk,” tulis seorang pengguna menanggapi pengumuman Helium di X.
“Saya tidak tahu ternyata jaringan ‘terdesentralisasi’ bisa dijual,” timpa yang lain.

Chief Operating Officer Helium, Frank Mong kepada Fortune mengatakan bahwa Helium Mobile diciptakan sebagai bukti konsep bahwa sebuah “jaringan yang dijalankan individu melalui hotspot cukup bernilai” dan perusahaan induknya, Nova Labs, tak lagi perlu mengoperasikan operator selulernya sendiri.

“Dengan terbuktinya hal itu, tim Helium memasuki fase baru: membangun platform konektivitas cerdas yang memanfaatkan semua kemampuan yang telah ditunjukkan Helium Network, membukanya sehingga operator manapun—atau layanan terhubung lainnya—dapat membangun di atasnya, termasuk Noble Mobile,” tulis perusahaan tersebut dalam pos blog pertanyaan komentar belum ditanggapi.

Tinggalkan komentar